Bima –
Banyak lokasi untuk berburu takjil di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), selama Ramadan 1447 Hijriah. Tempat-tempat tersebut bisa menjadi lokasi ngabuburit atau waktu menunggu berbuka puasa.
Beberapa tempat untuk berburu takjil itu di antaranya adalah Pasar Ramadan, Pasar Senggol, seputaran Lapangan Serasuba, seputuran Masjid Agung Al Muwahiddin, dan di Jalan Anggrek Kelurahan Na’e, Kecamatan Rasanae Barat.
“Baru di beberapa tempat ini yang sudah infokan resmi ke Pemerintah Kota (Pemkot) Bima,” ucap Juru Bicara Pemerintah Kota (Pemkot) Bima, Muhammad Hasyim, kepada, Rabu, (18/2/2026).
Selain itu, ada beberapa tempat strategis di Kota Bima yang akan digunakan masyarakat untuk menjual berbagai takjil dan aneka kuliner untuk berbuka puasa selama Ramadan 1447 Hijriah, seperti di Kelurahan Penaraga, Kecamatan Raba.
“Pasar Ramadan di Kelurahan Penaraga diinisiasi remaja Masjid Baitul Hamid,” ungkap Hasyim.
“Kami harapkan pasar ramadan di Kota Bima banyak bermunculan. Karena makin banyak titiknya mengurangi kemacetan di seputaran pasar Senggol dan Lapangan Serasuba,” harap Hasyim.
Sementara itu, pasar Ramadan yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Bima akan dipusatkan di kawasan Pasar Senggol. Pasar Ramadan kali ini tak dipusatkan lagi di sekitaran Lapangan Serasuba seperti tahun-tahun sebelumnya karena masih dalam tahap revitalisasi.
“Sesuai arahan kepala daerah, pasar Ramadan Kota Bima pada 2026 dipusatkan di kawasan Pasar Senggol, tepatnya di jalur jalan depan toko bata ke arah timur dan ke utara,” ujar Hasyim.
Pasar Ramadan, jelas Hasyim, adalah agenda rutin tahunan Pemkot Bima sebagai wadah dan ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan pendapatan. Pasar Ramadan juga sekaligus memudahkan warga untuk memenuhi kebutuhan berbuka selama bulan puasa.
