Libur Nyepi-Idul Fitri, Siswa di Badung Tak Perlu ke Sekolah Ambil MBG

Posted on

Badung

Pemerintah memastikan siswa penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Badung tidak perlu datang ke sekolah selama libur Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri. Distribusi paket makanan ditiadakan selama periode libur, sementara jatah menjelang libur diganti dengan menu makanan kering.

“Sesuai surat edaran, rata-rata didistribusikan paket makanan kering seperti kue, buah, susu dan lainnya. Tanggalnya menyesuaikan dan masing-masing sekolah berbeda tergantung Satuan Pelayanan Pemakanan Gratis (SPPG),” ujar Kepala Disdikpora Badung, I Gusti Made Dwipayana, Sabtu (14/3/2026).

Program MBG di Badung saat ini telah menjangkau 183 sekolah dari jenjang PAUD hingga SMA dengan total penerima mencapai 48.953 orang. Selain siswa, sasaran program ini juga mencakup kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, serta balita di wilayah tersebut.

Di SD Negeri 6 Kuta, pendistribusian menu kering untuk jatah tanggal 14 hingga 17 Maret 2026 sudah dilakukan lebih awal pada Jumat kemarin. Pihak sekolah memastikan tidak ada aktivitas pembagian makanan pada 18 hingga 30 Maret 2026 karena bertepatan dengan libur panjang hari keagamaan.

Kondisi berbeda terjadi di SD Negeri 1 Kuta. Di sekolah ini, menu kering hanya dibagikan untuk jatah dua hari, yakni tanggal 14 dan 16 Maret. Sementara untuk jatah tanggal 17 Maret, pihak SPPG tidak melakukan pendistribusian makanan ke sekolah tersebut.

Sementara itu, SD Negeri 1 Abianbase di Kecamatan Mengwi menerapkan sistem rapel untuk pembagian jatah menu kering kepada para siswa. Dengan sistem tersebut, guru dan murid di sekolah ini tidak perlu datang untuk mengambil paket MBG pada tanggal 16 hingga 18 Maret mendatang.

Koordinator distribusi MBG SD Negeri 1 Abianbase, Kadek Heri Puspa Dewi, menjelaskan sekolah diberikan dua pilihan terkait teknis penyaluran jatah makanan. Setelah berkoordinasi, pihak sekolah sepakat membagikan jatah tersebut sekaligus pada Jumat kemarin.

“Kami diberikan pilihan, mau siswa masuk untuk mengambil di hari Senin dan Selasa atau dirapel di hari Jumat. Kami sepakat untuk pendistribusian MBG menu kering itu dirapel saja di hari Jumat sesuai izin Bapak Kepala Sekolah,” kata Kadek Heri Puspa Dewi saat ditemui di lokasi.

Keputusan tersebut diambil untuk memudahkan siswa agar tidak perlu bolak-balik ke sekolah hanya untuk mengambil jatah MBG pada masa transisi libur. Kadek menegaskan prosedur tersebut sudah sesuai dengan instruksi dan Surat Edaran (SE) Badan Gizi Nasional (BGN) Nomor 3 Tahun 2026.

“Berarti untuk libur, tidak mengambil (MBG) lagi karena sudah diinfokan sesuai dengan surat edaran dari pihak dapur. Saya selaku koordinator pendistribusian memastikan informasi ini sudah tersampaikan,” pungkasnya.