Layanan bus Trans Sarbagita rute Gelanggang Olahraga (GOR) Ngurah Rai-Gianyar disetop. Kebijakan ini diambil berdasarkan hasil evaluasi menyeluruh dari Dinas Perhubungan (Dishub) Bali.
Kepala Dishub Bali, Kadek Murdata, menjelaskan terdapat beberapa faktor yang memengaruhi kebijakan ini. Alasan pertama adalah soal keterbatasan armada. Persoalan itu membuat Dishub Bali harus memprioritaskan armada untuk layanan pada koridor yang memiliki permintaan lebih tinggi.
Kedua, tingkat keterisian penumpang pada trayek GOR Ngurah Rai-Gianyar masih terlalu sedikit. Petimbangan ketiga, infrastruktur pendukung, seperti penanda titik henti, rambu, dan shelter di sepanjang lintasan juga belum memadai.
Layanan bus Trans Sarbagita rute GOR Ngurah Rai-Gianyar mulai beroperasi pada Mei 2025 hingga Desember 2025. Selama beroperasi, tercatat sebanyak 7.130 penumpang atau rata-rata sekitar 29,1 penumpang yang dilayani per hari dengan frekuensi 12 rit perjalanan per hari. “Data inilah yang menjadi evaluasi kami bahwa tingkat pemanfaatan layanan masih belum optimal,” kata Murdata saat dihubungi, Rabu (14/1/2026).
Armada bus Trans Sarbagita rute GOR Ngurah Rai-Gianyar akan dialihkan ke koridor 1 (Denpasar-Garuda Wisnu Kencana). Langkah ini diharapkan dapat mempersingkat waktu tunggu penumpang dari sebelumnya sekitar 60 menit menjadi 30 hingga 45 menit.
Meski ditutup layanan bus Trans Sarbagita rute GOR Ngurah Rai-Gianyar, Dishub Bali memberikan layanan alternatif menggunakan bus Trans Metro Dewata rute Denpasar-Gianyar, Bangli.
“Sebagai alternatif, kami akan mengoperasionalkan layanan bus Denpasar-Gianyar-Bangli yang terjadwal untuk menggantikan bus Sarbagita trayek GOR-Gianyar,” kata Murdata.
“Masyarakat Gianyar juga dapat mengakses dari Simpang Patung Sakah dengan layanan Koridor Trans Metro Dewata Koridor 4 (Ubung Monkey Forest) yang berjalan reguler,” imbuh Murdata.
