Perempuan lanjut usia (lansia) bernama Ni Ketut Menuh ditemukan tewas setelah enam hari hilang dan tak kunjung pulang ke rumahnya di Lingkungan Uma Anyar Anggungan, Kelurahan Lukluk, Kecamatan Mengwi, Badung, Bali. Jasad Menuh ditemukan membengkak di antara sampah ranting dan dedaunan.
Koordinator lapangan dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Crista Priana, mengungkapkan jasad Menuh ditemukan sekitar pukul 11.00 Wita pada Sabtu (10/1/2026). Menurutnya, jenazah perempuan berusia 72 tahun itu ditemukan pada hari kedua operasi pencarian.
“Tim SAR gabungan melakukan pencarian dari belakang rumah target, sampai di Dam Luk-Luk,” imbuh Crista Priana, dalam keterangan yang diterima infoBali, Sabtu.
Priana menerangkan sorti pertama dilaksanakan dari pukul 07.00 hingga 09.00 Wita. Selanjutnya, tim SAR gabungan kembali menyisir dari Dam Luk-Luk ke arah selatan.
“Target berhasil kami temukan kurang lebih posisi 200 meter dari Dam Luk-Luk,” imbuhnya.
Priana menuturkan keluarga juga telah mengonfirmasi bahwa sosok mayat yang ditemukan tim SAR tersebut adalah Menuh. Setelah itu, jenazah Menuh langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Daerah (RSD) Mangusada Badung.
Sebelumnya, Menuh dilaporkan hilang sejak Minggu (4/1/2026). Anak Menuh, Wayan Sutarba, mengaku terakhir kali melihat ibunya terbaring di teras rumah pada Minggu malam. Setelah itu, Sutarba pergi ke tempat sabung ayam.
“Sebelum berangkat jam 9 malam itu saya sempat tegur ibu. Setelah itu pulang, jam 12 malam nggak ada (ibu) di kamar. Besoknya, Senin pagi itu saya cari di rumah saudaranya di sekitar rumah ini, nggak ketemu,” tutur Sutarba di rumahnya, Jumat (9/1/2026).
Keluarga sempat menyusuri aliran sungai dan pintu DAM yang berjarak sekitar tiga kilometer dari rumah. Sebab, Sutarba khawatir ibunya yang biasanya memerlukan bantuan tongkat untuk berjalan hanyut di sungai kecil sebelah rumah.
Priana menuturkan keluarga juga telah mengonfirmasi bahwa sosok mayat yang ditemukan tim SAR tersebut adalah Menuh. Setelah itu, jenazah Menuh langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Daerah (RSD) Mangusada Badung.
Sebelumnya, Menuh dilaporkan hilang sejak Minggu (4/1/2026). Anak Menuh, Wayan Sutarba, mengaku terakhir kali melihat ibunya terbaring di teras rumah pada Minggu malam. Setelah itu, Sutarba pergi ke tempat sabung ayam.
“Sebelum berangkat jam 9 malam itu saya sempat tegur ibu. Setelah itu pulang, jam 12 malam nggak ada (ibu) di kamar. Besoknya, Senin pagi itu saya cari di rumah saudaranya di sekitar rumah ini, nggak ketemu,” tutur Sutarba di rumahnya, Jumat (9/1/2026).
Keluarga sempat menyusuri aliran sungai dan pintu DAM yang berjarak sekitar tiga kilometer dari rumah. Sebab, Sutarba khawatir ibunya yang biasanya memerlukan bantuan tongkat untuk berjalan hanyut di sungai kecil sebelah rumah.
