Denpasar –
Kantor BPJS Kesehatan Cabang Denpasar dilempari batu oleh segerombolan orang tidak dikenal. Tak hanya melempar batu, para pelaku juga membentangkan dua spanduk bernada protes di gerbang kantor yang berlokasi di Jalan DI Panjaitan, Denpasar, Bali.
Kepala Bagian (Kabag) SDM, Umum, dan Komunikasi BPJS Kesehatan Cabang Denpasar, Rendy Gilbery Rantung, mengungkap kondisi kantor seusai diserang segerombolan orang. Menurut Rendy, tidak ada kerusakan parah akibat pelemparan batu tersebut.
“Tidak ada kerusakan parah, hanya ada pecahan sedikit di sign letter depan,” ujar Rendy saat dikonfirmasi, Minggu (22/2/2026).
Rendy tak banyak memberi penjelasan terkait peristiwa pelemparan batu yang terjadi sekitar pukul 19.30 Wita pada Sabtu (21/2) itu. Menurutnya, kasus penyerangan itu telah ditangani oleh polisi.
“Peristiwa ini telah kami laporkan kepada pihak kepolisian dan saat ini dalam proses penyelidikan lebih lanjut,” imbuh Rendy.
Kronologi
Sebelumnya, Kabid Humas Polda Bali Kombes Ariasandy mengungkapkan laporan terkait peristiwa pelemparan batu ke kantor BPJS Kesehatan Cabang Denpasar diterima oleh Polresta Denpasar. Ariasandy mengatakan personel Polresta Denpasar juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Awal pelaporan ditangani Polresta Denpasar sehingga unit identifikasi Polresta ke TKP melakukan olah TKP,” ujar Ariasandy, Minggu.
Seorang sekuriti bernama I Made Sudiarta sedang bertugas di pos jaga kantor BPJS Denpasar saat aksi pelemparan itu. Menurut Ariasandy, saksi mendengar teriakan dari luar kantor dan melihat gerombolan sekitar 20 orang berhenti di depan gerbang.
“Awalnya mereka teriak-teriak, ada yang bilang ini kantor BPJS. Saksi hanya melihat dari dalam pos karena jumlahnya banyak,” ujar Ariasandy.
Gerombolan orang itu juga membentangkan spanduk tersebut bertuliskan ‘Wali Kota Pembohong’ dan ‘Save APBD BPJS untuk Rakyat Miskin’ di depan gerbang kantor BPJS Kesehatan Denpasar. Setelah melempar batu ke arah kantor, gerombolan orang itu langsung membubarkan diri.
Polisi mengamankan barang bukti berupa dua spanduk bernada protes serta satu batu berukuran besar dan tiga batu berukuran kecil. Saat ini, polisi masih menyelidiki kasus tersebut dan memburu para pelaku aksi penyerangan itu.
“Kami sudah terima laporan dari Kabag SDM BPJS Cabang Denpasar. Berkas sudah kami kirim dan sedang diproses lebih lanjut oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum),” pungkas Ariasandy.
