Karangasem –
Sebanyak 143 bencana melanda wilayah Karangasem, Bali, selama dua bulan terakhir dari Januari hingga Februari 2026. Total kerugian akibat bencana tersebut diperkirakan mencapai Rp 3,3 miliar.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Karangasem Ida Bagus Ketut Arimbawa mengungkapkan ratusan bencana tersebut tersebar di seluruh kecamatan di Karangasem. Adapun, Kecamatan Karangasem mencatat bencana terbanyak dengan total 42 kejadian. Disusul Kecamatan Bebandem dan Manggis masing-masing 28 kejadian.
Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.
“Untuk kecamatan lainnya tidak terlalu banyak, rata-rata 8-14 kejadian selama dua bulan terakhir ini,” kata Arimbawa, Minggu (1/3/2026).
Ratusan kejadian tersebut didominasi oleh pohon tumbang yang menimpa akses jalan, rumah, pelinggih, hingga fasilitas umum lainnya. Ada pula tanah longsor dan banjir di beberapa wilayah.
“Beberapa bencana yang terjadi tidak sampai menyebabkan adanya korban jiwa. Namun, kerugian diperkirakan mencapai Rp 3,3 miliar,” ujar Arimbawa.
Arimbawa menyebut jumlah bencana yang mencapai 143 kejadian selama dua bulan itu cukup tinggi. Menurutnya, ratusan bencana itu disebabkan oleh curah hujan tinggi yang disertai angin kencang.
Selama musim hujan, dia berujar, wilayah Karangasem masih berpotensi dilanda bencana alam seperti pohon tumbang, tanah longsor, dan banjir. Ia mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan berhati-hati ketika melakukan aktivitas baik di dalam rumah maupun luar rumah.
“Kami juga mengimbau masyarakat untuk tidak berteduh di bawah pohon besar ketika terjadi hujan deras,” ucap Arimbawa.
Arimbawa mempersilakan warga melapor jika mengetahui ada kejadian bencana di wilayah tertentu. Laporan bisa disampaikan ke BPBD Karangasem melalui nomor telepon (0363) 22173 atau WhatsApp 081138205087.
