Mataram –
Sejumlah tempat pemakaman umum (TPU) di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), ramai dikunjungi warga untuk berziarah menjelang Ramadan 1447 Hijriyah. Salah satunya adalah TPU Makam Mataram di Jalan Wage Rudolf (WR) Supratman.
Pantauan pada Selasa (17/2/2026), TPU Makam Mataram sudah didatangi warga sejak pagi. Ada yang datang sendiri, ada pula yang berziarah bersama keluarga. Mereka membawa bunga aneka warna, air untuk menyiram makam, serta perkakas untuk membersihkan area sekitar pusara.
Salah satu yang datang adalah Musairi, warga Lingkungan Gegutu Barat, Kelurahan Rembiga, Mataram. Musairi rutin datang ke TPU Makam Mataram untuk berziarah ke kuburan orang tuanya.
“Saya rutin ke sini setiap minggu karena sebentar lagi mau Ramadan, saya ziarah ke makam orang tua. Setiap mendekati Ramadan dan jelang Idulfitri, saya pasti datang bersih-bersih,” kata Musairi saat ditemui di lokasi.
Musairi datang seorang diri untuk membersihkan makam orang tua dan makam keluarganya. “Ini makam ibu bapak saya, serta keluarga besar. Tadi saya kirim doa, untuk almarhumah dan almarhum,” ujarnya.
Selain berdoa, Musairi juga membawa bunga dan air untuk ditempatkan di pusara kedua orang tuanya. “Sambil bersih-bersih juga, saya datang ke sini sambil mengenang orang tua. Ziarah makam ini juga sebagai pengingat kita bahwa suatu saat kita pasti akan kembali ke sini juga,” terangnya.
Hal serupa juga dilakukan Zaka, warga BTN Sweta, Mataram. Ia datang ziarah makam bersama sanak keluarga di TPU Makam Mataram.
“Saya datang bersama anak dan paman, untuk ziarah ke makam orang tua dan mbah, apalagi ini mendekati bulan puasa. Kami memanjatkan doa supaya yang dikubur lebih tenang,” kata Zaka.
Zaka dan keluarga tiba di Makam Mataram sejak pukul 11.00 Wita. Sebelum memanjatkan doa, Zaka dan keluarganya melakukan bersih-bersih pusara, seperti merapikan bebatuan dan membersihkan dedaunan yang berada di sekitar pusara orang tuanya. “Kami juga bawa air, dan bunga,” jelasnya.
Pantauan di lokasi, sejumlah warga terus berdatangan ke pemakaman dengan membawa beragam peritilan. Ada yang membawa sapu, arit, cat untuk membersihkan makam keluarga mereka. Tak hanya itu, ada juga yang membawa beragam tanaman untuk ditanam tidak jauh dari area pusara.
