Lombok Utara –
Ratusan warga Dusun Onggong Lauk, Desa Teniga, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara, memadati Gedung Pusat Observasi Bulan (POB) di Desa Teniga untuk menyaksikan proses pemantauan hilal penentuan awal 1 Ramadan 1447 Hijriah, Selasa (17/2/2026).
Sejak pukul 17.50 Wita, warga mulai berdatangan ke atas bukit Taman Maca, lokasi berdirinya gedung POB. Dari pantauan, ratusan warga tampak berdiri di sekitar pos POB untuk melihat langsung proses pemantauan hilal.
Ketua Karang Taruna Desa Teniga, Abdurrahman, mengatakan masyarakat merasa bersyukur karena lokasi pemantauan hilal ditempatkan di dusun tersebut.
“Kami sangat bersyukur di satu sisi, merasa spesialkan dari beberapa kabupaten lokasi pemantauan hilal ditempatkan di sini,” kata Abdurrahman, ditemui di Gedung POB Desa Teniga, Selasa sore (17/2/2026).
Ia menilai keberadaan gedung POB yang berdiri di lahan seluas 3,7 hektar itu dapat memberikan dampak bagi masyarakat, baik secara ekonomi maupun dalam menambah wawasan ilmu pengetahuan, khususnya astronomi.
“Ya makanya masyarakat sangat antusias menonton hilal. Masyarakat jadi tahu, bagaimana proses pemantauan hilal secara langsung,” katanya.
Abdurrahman menambahkan, sejumlah warga bahkan tertarik mempelajari ilmu astronomi sejak adanya POB di wilayah tersebut.
“Keberadaan POB ini bisa sekaligus belajar ilmu astronomi,” ujar Abdurrahman.
Ia berharap proses pemantauan hilal di gedung POB berlantai tiga itu berjalan lancar sehingga masyarakat mendapatkan kepastian awal puasa.
“Mudahan lancar. Kan standar penentuan awal Ramadan itu hilal berada di atas lebih dari 2 derajat,” ujarnya.
Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat Islam (Kabid Bimas Islam) Kanwil Kemenag NTB, Azharuddin, mengatakan pemantauan hilal tahun 2026 ini menjadi momen spesial karena dilaksanakan di gedung POB baru Desa Teniga.
Azhar menyebutkan, selama delapan tahun pelaksanaan pemantauan hilal di Pantai Loang Baloq, Kota Mataram, hilal belum pernah terlihat.
“Di tempat ini mudahan bisa terlihat. Karena berada di atas ketinggian 430 meter di atas permukaan air laut (MDPL),” tandasnya.
