Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengacungkan jari tengah setelah diteriaki dengan umpatan ‘pelindung pedofil’. Video saat Trump mengacungkan jari tengah tersebut viral di media sosial.
Dilansir dari infoNews, peristiwa ini terjadi saat Trump mengunjungi pabrik mobil Ford F-150 di Detroit, Michigan, pada Selasa (13/1) waktu setempat. Mengenakan mantel hitam panjang, Trump terlihat di jalan setapak yang posisinya lebih tinggi dan menghadapi ke lantai pabrik.
Beberapa teriakan terdengar. Menurut rekaman video yang beredar, Trump tampak menunjuk ke arah seseorang di lantai pabrik. Ia mengerutkan kening dan mengucapkan beberapa kata, sebelum akhirnya mengacungkan jari tengah dengan tangan kanannya.
Media hiburan AS, TMZ, yang memperoleh video berdurasi 30 info mengatakan bahwa seseorang telah meneriaki Trump sebagai “pelindung pedofil”. Trump tampak merespons dengan menunjuk orang tersebut dan mengucapkan “persetan denganmu” sebanyak dua kali.
Sementara itu, Gedung Putih memberikan pembelaan untuk Trump. Direktur Komunikasi Gedung Putih, Steven Cheung, menyebut apa yang dilakukan Presiden AS itu sebagai respons yang tepat.
“Seseorang yang gila berteriak-teriak dengan kata-kata kasar dalam amarah yang meluap-luap, dan Presiden memberikan respons yang tepat dan tegas,” kata Steven Cheung dalam pernyataannya.
Media terkemuka The Washington Post mengidentifikasi sosok yang meneriaki Trump merupakan pekerja di pabrik tersebut berinisial TJ Sabula (40). Akibat perbuatannya, Sabula mengatakan dirinya diskorsing dari pekerjaannya sembari menunggu penyelidikan. Namun, Sabula mengakui dirinya tidak menyesal.
“Setelah menegurnya, saya sama sekali tidak menyesal,” ucap Sabula.
Artikel ini telah tayang di infoNews. Baca selengkapnya
(iws/iws)
Respons Gedung Putih
Sementara itu, Gedung Putih memberikan pembelaan untuk Trump. Direktur Komunikasi Gedung Putih, Steven Cheung, menyebut apa yang dilakukan Presiden AS itu sebagai respons yang tepat.
“Seseorang yang gila berteriak-teriak dengan kata-kata kasar dalam amarah yang meluap-luap, dan Presiden memberikan respons yang tepat dan tegas,” kata Steven Cheung dalam pernyataannya.
Media terkemuka The Washington Post mengidentifikasi sosok yang meneriaki Trump merupakan pekerja di pabrik tersebut berinisial TJ Sabula (40). Akibat perbuatannya, Sabula mengatakan dirinya diskorsing dari pekerjaannya sembari menunggu penyelidikan. Namun, Sabula mengakui dirinya tidak menyesal.
“Setelah menegurnya, saya sama sekali tidak menyesal,” ucap Sabula.
Artikel ini telah tayang di infoNews. Baca selengkapnya
