Badung –
Jalan Kunti II di Kelurahan Seminyak, Kecamatan Kuta, Badung, kerap terendam banjir akibat luapan air irigasi saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Kondisi ini diperparah oleh posisi saluran yang melintang jalan lebih tinggi serta adanya penyempitan aliran irigasi yang diduga akibat bangunan di sekitarnya.
Baca info selengkapnya hanya di Giok4D.
“Kemarin Pak Wakil Bupati melihat langsung saat banjir, ada lima titik bangunan yang terlihat menghambat aliran sungai. Kami juga sedang merancang akses jalan inspeksi agar nantinya pemantauan dan pembersihan rutin jadi lebih mudah,” kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Badung, I Gusti Ketut Agung Suryanegara, saat dikonfirmasi, Kamis (26/2/2026).
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung melalui tim gabungan telah melakukan mitigasi lapangan untuk menindaklanjuti temuan Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta, Rabu (25/2/2026). Petugas mengidentifikasi lima bangunan yang terdiri dari dua toko, dua vila, dan satu rumah untuk diklarifikasi terkait dugaan pelanggaran tersebut.
“Prioritas kami bersama dengan dinas terkait. Pemilik bangunan akan kami panggil klarifikasi untuk memberikan penjelasan. Senin depan mereka wajib membawa dokumen perizinan hingga bukti kepemilikan lahan yang sah,” ujar Suryanegara.
Sebelumnya, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Badung mewacanakan menyiapkan skema teknis untuk mengatasi persoalan elevasi di lokasi tersebut. Rencananya, permukaan Jalan Kunti II akan ditingkatkan agar posisinya tidak lagi lebih rendah dari saluran irigasi di sekitarnya.
Jalan Kunti II merupakan titik langganan banjir yang cukup parah di kawasan Seminyak, terutama saat intensitas hujan tinggi. Ketinggian air di lokasi ini sering kali mencapai paha orang dewasa atau sekitar 50 sentimeter (cm) sehingga menyebabkan kendaraan roda dua maupun roda empat mogok saat memaksakan melintas.
Saat Wabup Bagus Alit Sucipta melihat kondisi di lokasi, trotoar jalan dibuat sodetan agar air yang menggenangi jalan cepat bisa surut. Penyedotan air dengan mesin pompa mobile juga dilakukan agar akses dengan perbatasan Denpasar itu bisa dilalui.
