Manggarai Timur –
Yosep Ban (69), warga Dusun Pandang, Desa Arus, Kecamatan Lamba Leda Timur, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), meninggal dunia dalam perjalanan saat dirujuk ke Puskesmas Lawir, Rabu (25/2/2026). Yosep yang dirujuk dari Pustu Arus itu mengembuskan napas terakhir saat kendaraan yang membawanya memasuki Kampung Rangkeng, Desa Golo Lero, Lamba Leda Timur.
Yosep diangkut menggunakan pikap yang sudah dibuat atap. Keluarga menyoroti jalan rusak yang harus dilewati kendaraan yang mengangkut Yosep. Seorang keluarga Yosep mengungkapkan kekecewaan terhadap jalan rusak itu melalui akun Facebooknya.
Dia memperlihatkan video jenazah Yosep dalam pikap dan jalan rusak di sana. Dalam video tersebut, keluarga Yosep menyinggung Bupati Manggarai Timur Agas Andreas terkait kondisi jalan rusak tersebut.
“Lihat baik-baik ini Ande Agas, Bupati Manggarai Timur yang terhormat. Om saya, pasien saya, hari ini mati dalam perjalanan gara-gara jalan rusak,” katanya melalui akun Facebook Ancyk Guanteng. Unggahannya viral di media sosial.
Dikonfirmasi lebih lanjut, pemilik akun membenarkan hal tersebut. “Itu postingan kenyataan meninggal tepat di di jalan rusak seperti di video. Itu jalan menuju puskesmas Lawir. Kami berangkat dari Desa Arus ke Puskesmas Lawir,” jelasnya.
Camat Lamba Leda Timur, Rikardus R. Yasman, membenarkan Yosep meninggal dalam perjalanan dirujuk ke Puskesmas Lawir.
“Iya, ada pasien dari Dusun Pandang, Desa Arus yang meninggal dalam perjalanan di rujuk dari Pustu Arus ke Puskesmas Lawir atas nama Yoseph Ban,” kata Rikardus.
Menurut dia, Yosep meninggal dunia karena mengalami gangguan pernapasan akut. Ia membenarkan kondisi jalan yang rusak parah seperti dikeluhkan keluarga Yosep.
“Terkait keluhan keluarga pasien tentang jalan rusak, ya memang jalan jalur yang mereka lalui kondisinya saat ini rusak parah, tapi penyebab kematian pasien disebabkan karena sakit,” tegas dia.
Kepala Puskesmas Lawir, Irvansensia D. Mutiara, juga membenarkan kematian Yosep dalam perjalanan ke Puskesmas. Menurut dia, Yosep sebelumnya dirawat di Puskesmas Lawir pada 17-19 Februari 2026.
Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.
“Menurut keluarga sejak hari Minggu dia mulai sakit lagi, tidak mau makan. Baru hari ini keluarga memutuskan untuk antar kembali ke Puskesmas,” jelas Irvansensia.
