Karangasem –
Para pemudik diimbau untuk tidak menggunakan barang berharga atau perhiasan yang mencolok. Hal ini untuk menghindari aksi penjambretan selama perjalanan.
Kapolres Karangasem AKBP I Made Santika mengatakan bahwa selama ini cukup banyak laporan atau kejadian ada pemudik yang menjadi korban penjambretan di jalan raya.
“Saya ingatkan, jika ingin mudik jangan menggunakan perhiasan emas atau barang-barang berharga yang mencolok. Karena itu bisa memancing seseorang berniat jahat,” kata Santika saat ditemui setelah apel gelar pasukan Operasi Ketupat Agung, Kamis (12/3/2026).
Selain itu, pihaknya juga mengimbau kepada para pemudik ketika berada di perjalanan atau di dalam kapal dan bus jangan mudah menerima makanan atau minuman dari orang yang tidak dikenal. Ini mengingat kasus pembiusan juga kerap terjadi pada saat mudik Lebaran dengan modus memberi makanan dan minuman.
“Kami, ingatkan juga kepada pemudik agar selalu memperhatikan dan jangan pernah meninggalkan barang bawaan di tempat umum,” ujar Santika.
Ketika meninggalkan rumah untuk mudik, pihaknya juga mengimbau untuk selalu memastikan rumah dalam kondisi aman. Pastikan instalasi listrik aman, cabut semua barang elektronik yang mempunyai aliran listrik.
Untuk diketahui, selama Operasi Ketupat Agung 2026, Polres Karangasem mengerahkan sebanyak 166 personel untuk melakukan pengamanan baik di Pelabuhan Padangbai maupun di lingkungan masyarakat. Pihaknya juga menyiapkan tiga pos yaitu pos pelayanan, pos pengamanan dan pos terpadu.
Selama operasi, Pelabuhan Padangbai menjadi salah satu tempat yang jadi perhatian khusus. Mengingat akan ada banyak masyarakat yang akan melakukan penyeberangan. Oleh sebab itu, pihaknya akan melakukan berbagai skenario jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti penumpang membeludak.
