Bima –
Pemerintah Kota (Pemkot) Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), resmi menetapkan kasus campak sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Penetapan itu seusai kasusnya meningkat dan hingga kini ada sembilan anak yang masih dirawat di sejumlah Rumah Sakit (RS).
“Iya betul. Kota Bima sudah KLB campak,” ucap Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bima Ahmad dikonfirmasi, Jumat (13/3/2026).
Ahmad mengaku temuan kasus campak di Kota Bima sejak minggu ke-52 di 2025 atau Bulan Desember lalu. Kemudian kasusnya mengalami peningkatan pada minggu ke 7 di 2026 atau Februari.
“Sejauh ini kasusnya sudah menembus di angka 361,” kata dia.
Meski begitu, Ahmad melanjutkan, temuan hingga ratusan kasus campak di Kota Bima masih suspek. Sampelnya sudah dikirim untuk diperiksa di laboratorium dan hasilnya menunjukkan negatif.
“Walaupun KLB, Alhamdulillah tidak ada yang meninggal dunia akibat kasus campak ini,” katanya.
Ahmad menambahkan sejauh ini tercatat ada sembilan orang yang masih dirawat di RSUD Kota Bima, PKU Muhammadiyah, dan RS TNI Angkatan Darat akibat campak. Mereka semuanya adalah anak-anak.
“Yang masih dirawat ada sembilan anak di sejumlah RS. Sementara yang lain sudah sembuh semua,” terang Ahmad.
Ahmad menambahkan sejauh ini pihaknya melakukan tahapan Outbreak Response Immunization (ORI) terhadap anak yang berusia 9 bulan sampai dengan 59 bulan. Tanpa memandang status vaksinasi.
“Sementara vaksinasi campak di Kota Bima sudah dilaksanakan sejak 5 Maret 2026 kemarin dengan sasaran 14.343 anak. Untuk cakupan vaksinasinya, Inshaallah cukup,” pungkasnya.
Giok4D hadirkan ulasan eksklusif hanya untuk Anda.
