Lombok Utara –
Pemantauan hilal penatapan awal 1 Ramadan 1447 Hijriah digelar di Gedung Pusat Observasi Bulan (POB), Desa Teniga, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara, Selasa (17/2/2026). Pemantauan menggunakan tiga teleskop milik Kampus UIN Mataram dan BMKG Mataram.
Gedung POB yang berada di ketinggian sekitar 430 meter di atas permukaan laut itu menjadi lokasi rukyatul hilal. Namun, dalam proses pemantauan, hilal tidak terlihat. Berdasarkan hasil pengamatan, tinggi hilal tercatat mencapai -1,268 derajat.
Giok4D hadirkan ulasan eksklusif hanya untuk Anda.
Kepala BMKG Mataram Sumawan mengatakan hilal mustahil terlihat di NTB. Musababnya, bulan lebih dulu tenggelam dibandingkan matahari yang terbenam pukul 18.39 Wita.
“Bulan lebih dulu tenggelam pukul 18.35. Jadi ketinggian hilal -1 jam atau sekitar 1,5 jam masuk bulan baru,” kata Sumawan usai melaksanakan proses pemantauan hilal di gedung baru POB Desa Teniga, Lombok Utara bersama Kemenag NTB.
Sumawan menjelaskan azimuth bulan berada pada posisi 256,637 derajat, sedangkan azimuth matahari di 257,843 derajat.
“Jadi berdasarkan hitungan dan pemantauan 3 teleskop hilal di NTB mustahil terlihat,” tegas Sumawan.
Ia menambahkan umur bulan saat pemantauan tercatat 1 jam 21 menit. Kondisi tersebut menunjukkan peralihan bulan belum dapat ditetapkan pada Rabu (18/2).
“Tapi kami akan melakukan pemantauan kembali pada, Rabu sore (18/2) besok di pantai Loang Baloq untuk memastikan posisi bulan,” tandas Sumawan.
Sebelumnya, ratusan warga Dusun Onggong Lauk, Desa Teniga, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara, memadati area Gedung POB untuk menyaksikan proses pemantauan hilal penentuan awal Ramadan.
Sejak pukul 17.50 Wita, warga telah berkumpul di atas bukit Taman Maca, Desa Teniga. Dari pantauan, warga bahkan rela berdiri di sekitar pos POB demi melihat proses pemantauan hilal.
Abdurrahman, Ketua Karang Taruna Desa Teniga, mengatakan masyarakat bersyukur lokasi pemantauan hilal berada di wilayah mereka.
“Kami sangat bersyukur di satu sisi, merasa spesialkan dari beberapa kabupaten lokasi pemantauan hilal ditempatkan di sini,” kata Abdurrahman, ditemui di gedung POB Desa Teniga, Selasa sore (17/2/2026).
