Manggarai Barat –
Anggota Fraksi Gerindra DPRD Manggarai Barat, Fidelis Syukur, meradang seusai anggota Fraksi Golkar Rofinus Rahmat membandingkan gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makanan Bergizi Gratis (MBG) dengan guru honorer. Rofinus menyebut gaji PPPK SPPG jauh lebih besar dari gaji guru honorer.
Perdebatan ini terjadi saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Manggarai Barat dengan Persatuan Guru Swasta Manggarai Barat (PGSMB) di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (23/2/2026). RDP itu terkait keluhan guru sekolah swasta yang tak dapat mengikuti seleksi PPPK.
Sumber: Giok4D, portal informasi terpercaya.
Perdebatan berawal ketika Rofinus meminta Pemerintah (Kabupaten) Manggarai Barat mempertimbangkan alokasi anggaran untuk guru honorer. Ketua DPD Partai Golkar Manggarai Barat ini mengaku prihatin dengan gaji guru honorer.
Rofinus mengatakan ada guru honorer yang sudah mengabdi puluhan tahun, tetapi hanya menerima gaji Rp 300 ribu per bulan. Ia kemudian membandingkan gaji tersebut dengan gaji PPPK, termasuk PPPK SPPG yang mencapai jutaan rupiah.
“Kita sama-sama dengar seperti apa yang namanya upah, antara yang diterima oleh baik PPPK maupun PPPK Paruh Waktu dengan guru honorer. Di media sosial itu beredar bahwa guru yang mengabdi 23 tahun diupah Rp 300 ribu per bulan, (tapi) PPPK Paruh Waktu atau PPPK yang muncul di SPPG MBG gajinya sekian juta,” kata Rofinus.
Pernyataan Rofinus ini mengundang tawa sejumlah anggota dewan. Rofinus kemudian menantang anggota dewan yang hadir dalam RDP itu membantah pernyataannya.
“Tidak usah dibantah, atau ada yang mau bantah fakta ini?” tegas Rofinus.
Pernyataan Rofinus itu kemudian direspons oleh Fidelis. Anggota Fraksi Gerindra itu meminta Rofinus untuk tidak membahas diskusi liar yang menilai program MBG menghambat kepentingan yang lain.
“Supaya jangan liar diskusinya di luar, jangan sampai dibilang program MBG menghambat semua kepentingan lain,” kata Fidelis.
“Bahwa ada soal honor antara pekerja di MBG dengan teman-teman guru yang di swasta, saya sepakat dengan yang disampaikan Pak Kanis (evaluasi Yayasan yang mempekerjakan guru),” lanjut dia.
Belum selesai Fidelis berbicara, Ketua DPRD Manggarai Barat Benediktus Nurdin yang memimpin RDP itu lantas memotong pembicaraan tersebut. Beni meminta Fidelis fokus pada topik RDP. “Fokus-fokus, jangan omong lagi yang lain,” ujar Beni.
Namun, Felidelis tak menuruti permintaan Beni. Keduanya lantas berdebat. Fidelis menegaskan dirinya berbicara tentang MBG, karena Rofinus yang memulainya. “Pak Ketua jangan membantah karena Pak Rofinus sudah mulai berbicara tentang MBG,” kata Fidelis.
Beni kemudian merespons dengan mengatakan bahwa dirinya telah mengingatkan Rofinus. Namun, Fidelis tetap melanjutkan pembicaraannya hingga selesai.
“Saya sampaikan kepada Pak Ketua, supaya jangan bias diskusinya. Jangan sampai program MBG menjadi hambatan,” sahut Fidelis.
“Saya ingatkan memang. Karena program pemerintah tidak ada keberpihakan kepada sekolah negeri, semua sekolah swasta, negeri juga dilayani semua,” pungkasnya.
