Manggarai Barat –
Anggota DPRD Manggarai Barat, Silverius Sukur, menyoroti keberadaan sejumlah dermaga di perairan Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Dermaga-dermaga tersebut ada yang dibangun pengelola hotel di tepi laut Labuan Bajo.
Silverius menilai keberadaan banyak dermaga itu mengganggu pemandangan laut Labuan Bajo. Sorotan itu disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Manggarai Barat dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo, Selasa (10/2/2026).
“Dermaga-dermaga ini merusak tatanan estetika laut atau pemandangan di Manggarai Barat ini,” ujar Silverius.
Ketua DPC PDIP Manggarai Barat ini mempertanyakan kewenangan KSOP dalam pembangunan dermaga ini. “Dermaga pink, biru, dermaga semua hotel itu. Kami tidak tahu munculnya dermaga ini atas kerja sama KSOP atau atas kewenangan KSOP sehingga dermaga ini semua hotel di pinggir laut hampir semua ada,” kata Silverius.
“Ini hebat ini KSOP dia punya kewenangan yang begitu besar, otoritas yang begitu luas sehingga dermaga-dermaga ini bermunculan di mana-mana,” imbuhnya.
Kepala KSOP Kelas III Labuan Bajo Stephanus Risdiyanto mengatakan pembangunan dermaga oleh hotel harus memiliki sejumlah perizinan. Termasuk Perizinan Pemanfaatan Kawasan Perairan dan Ruang Laut (PPKPRL) dari Kementerian Kelautan dan Perikanan hingga izin lingkungan dari Kementerian Lingkungan Hidup.
“Apabila dermaga ini digunakan untuk kegiatan kepelabuhanan dengan usaha pokok seperti hotel maka dia wajib memiliki perizinan pokok yaitu PPKPRL, izin usaha,” ujar Stephanus.
