Sabu Raijua –
Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT), mencabut izin mengajar Rusly Lingu Djara (34), guru SMP Negeri 2 Sabu Timur. Sanksi itu dijatuhkan setelah video dirinya memeluk dan mencium siswa di dalam kelas viral di media sosial.
Kepala Dinas Pendidikan Sabu Raijua, Yoel Riwu, mengatakan izin mengajar Rusly telah dicabut sejak Senin (9/3/2026). Rusly diketahui telah diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).
“Beliau tidak diizinkan mengajar sejak kemarin tanpa batas waktu tertentu,” kata Yoel melalui pesan WhatsApp, Selasa (10/3/2026).
Setelah izin mengajarnya dicabut, Rusly untuk sementara ditarik dari sekolah dan ditempatkan di kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Sabu Raijua.
“Pak Guru Rusly ditarik sementara ke dinas pendidikan,” tegas Yoel.
Yoel menegaskan kontak fisik antara guru dan siswa, seperti yang terlihat dalam video yang viral di media sosial, seharusnya tidak dilakukan. Apalagi tindakan tersebut dilakukan oleh seorang pendidik terhadap siswa yang masih di bawah umur.
“Hal seperti itu, kontak fisik terhadap anak dibawa umur harusnya dihindari. Ini malah berbuat tidak sesuai apalagi dia seorang guru,” terangnya.
Untuk mengisi kekosongan guru mata pelajaran IPA, Disdik masih mencari guru pengganti untuk SMP Negeri 2 Sabu Timur.
Terpisah, Rusly saat dikonfirmasi enggan memberikan komentar terkait pencabutan izin mengajarnya. Ia hanya menyebut salah satu anak yang terlihat dalam video viral tersebut merupakan anaknya.
Rusly membenarkan saat ini belum berkeluarga. Namun, secara hukum ia telah diakui menjadi seorang ayah tunggal.
“Dari enam anak itu (dalam video viral), salah satunya beta (saya) punya anak yang diakui secara hukum,” tegasnya.
Sementara Kasat Reskrim Polres Sabu Raijua Iptu Deflorintus M. Wee menuturkan persoalan tersebut masih dilakukan penyelidikan oleh Polres Sabu Raijua.
“Untuk hal tersebut sementara dilakukan penyelidika,” tulis Deflorintus.
Sebelumnya, Rusly viral di media sosial setelah videonya diunggah akun Instagram @Honeyliwe. Dalam unggahan tersebut tertulis narasi yang menyebut hubungan tidak normal antara guru dan murid di bawah umur tanpa hubungan darah, peluk-peluk, cium bahkan nginap-nginapan. Akun itu juga meminta atensi Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua.
Rusly mengaku kaget saat pertama kali melihat unggahan tersebut. Ia merasa dalam postingan itu dirinya dilabeli sebagai sosok yang tidak benar sebagai seorang guru.
“Awal lihat postingan di Instagram terus terang beta (saya) kaget, karena video itu viral dan dikatai tidak benar,” kata Rusly melalui sambungan telepon, Rabu (4/6/2026).
Ia menjelaskan, selain menjadi guru, sehari-hari dirinya juga merupakan seorang kreator konten yang kerap mengabadikan berbagai momen di akun media sosialnya.
“Saya sudah biasa muat video dengan anak-anak selama ini, terlebih lagi di Facebook Pro. Saya juga sempat ditanya orang tua anak-anak, kenapa postingan itu mereka bilang kasihan orang lain tidak tahu apa-apa tapi bisa postingan begitu,” katanya.
