Warga Dusun Panggung Barat, Desa Selengen, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), digegerkan dengan penemuan bayi, Kamis (8/1/2026). Bayi berjenis kelamin perempuan itu ditemukan tergeletak di salah satu teras rumah warga dengan kondisi terbungkus plastik.
Kapolsek Kayangan Iptu Zaenuddin mengatakan bayi itu pertama kali ditemukan seorang ibu rumah tangga bernama Kadek Sujani, sekitar pukul 10.00 Wita. Saat itu, saksi sedang menjemur pakaian di halaman rumahnya.
“Saat menjemur baju itu saksi mendengar suara tangisan mencurigakan dari arah teras (rumah),” ungkap Zaenuddin, Kamis (8/1/2026).
Ketika didekati, suara tersebut berasal dari sebuah kantong plastik putih yang diletakkan tepat di depan rumah. Warga yang berdatangan kemudian membuka plastik itu dan mendapati seorang bayi perempuan terbungkus selimut, mengenakan baju, dan penutup kepala.
“Saksi langsung mengevakuasi bayi, membersihkan dengan air hangat, mengganti selimut, dan memberikan susu sebelum melaporkannya ke kami (Polsek Kayangan),” katanya.
Anggota Polsek Kayangan kemudian membawa bayi tersebut ke Puskesmas Kayangan untuk mendapatkan perawatan intensif. Berdasarkan pemeriksaan awal tenaga medis, bayi itu diperkirakan berusia sekitar empat hari dan dalam kondisi relatif stabil.
“Kalau terlambat sedikit saja ditemukan warga, risikonya bisa fatal. Ini jelas perbuatan yang sangat tidak manusiawi,” ucap dia.
Polisi memastikan bayi tersebut diduga kuat sengaja dibuang oleh orang tuanya. Zaenuddin menduga bayi tersebut merupakan hasil hubungan di luar nikah dan sengaja dibuang untuk menghilangkan jejak.
Zaenauddin melanjutkan, pelaku pembuangan bayi perempuan itu masih dalam penyelidikan. Karena menyangkut dugaan tindak pidana penelantaran bayi.
“Ini bukan peristiwa biasa. Ini dugaan kuat perbuatan pidana. Bayi ini dibuang dalam kondisi hidup dan sengaja ditinggalkan. Kami sedang melakukan penyelidikan untuk memburu pelakunya,” katanya.
Saat ini, Polsek Kayangan telah berkoordinasi dengan tenaga kesehatan dan melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap identitas orang tua bayi, termasuk menelusuri kemungkinan persalinan ilegal di sekitar wilayah tersebut.
“Kami akan kejar pelakunya. Siapa pun yang tega melakukan ini akan kami proses sesuai hukum yang berlaku,” tandasnya.
