Mataram –
Bank NTB Syariah akan menjadi bank daerah penampung dana program makan bergizi gratis (MBG) dari Badan Gizi Nasional (BGN) untuk wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB). Total dana yang akan ditampung mencapai Rp 5,7 triliun.
Direktur Utama PT Bank NTB Syariah Nazaruddin menjelaskan penunjukan itu merupakan tindak lanjut dari penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan BGN. Saat ini, proses administrasi rekening penampungan masih dalam tahap pendaftaran di kas negara melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) V di Jakarta.
“Memang didominasi oleh bank-bank BUMN. Namun, untuk kategori bank daerah, baru dua bank yang telah menandatangani kesepakatan dengan BGN, yakni Bank NTB Syariah dan Bank Jabar,” ujar Nazaruddin, Kamis (26/2/2026).
Ia menjelaskan, pembukaan rekening untuk penampungan dana MBG masih berproses di KPPN Jakarta. Meski demikian, dari sisi pembiayaan, Bank NTB Syariah sudah mulai merealisasikan dukungan terhadap pelaksanaan program MBG di daerah.
“Kami sudah memberikan pembiayaan terhadap dapur MBG. Sudah ada dua (dapur MBG) yang terealisasi dan sekitar lima lagi masih berproses administrasinya,” katanya.
Pembiayaan dapur MBG, lanjut Nazaruddin, menggunakan skema refinancing atau pinjaman baru. Setiap dapur memperoleh pembiayaan sekitar Rp 500 juta.
“Rata-rata mereka punya dana sendiri. Kebutuhan anggarannya mungkin bisa sampai Rp 1 miliar sesuai RAB, tapi kita biayai sekitar Rp 500 juta per dapur karena mereka juga memiliki modal,” katanya.
Lebih jauh, Nazaruddin menyebut penandatanganan MoU dengan BGN membuka peluang bagi Bank NTB Syariah untuk terlibat lebih luas dalam ekosistem MBG di NTB. Keterlibatan itu tidak hanya sebatas pengelolaan dana utama, tetapi juga pembiayaan bagi pemasok atau suplier.
Masuknya dana MBG sebesar Rp 5,7 triliun ke NTB, menurutnya, berpotensi mendorong perputaran ekonomi daerah dan dapat dioptimalkan oleh perbankan daerah.
“Artinya ini menjadi ekosistem yang bisa kita garap bersama. Dari supliernya, pekerjanya, sampai pengelola dapurnya, semua punya potensi pembiayaan,” jelasnya.
Meski mengakui Bank NTB Syariah berada di posisi pengikut di tengah dominasi bank BUMN, ia menegaskan capaian sebagai satu dari dua bank daerah yang telah menandatangani MoU dengan BGN merupakan langkah strategis.
