Banjir Tak Surut, Festival Bau Nyale di Pantai Kaliantan Terancam Sepi

Posted on

Lombok Timur

Banjir yang tak kunjung surut di kawasan Pantai Kaliantan, Desa Seriwe, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), membuat para pedagang mulai khawatir Festival Bau Nyale akan sepi pengunjung. Hingga kini, lapak pedagang dan areal lapangan yang biasa digunakan sebagai lokasi utama festival masih terendam banjir.

Mahni (39), salah seorang pedagang di kawasan tersebut, mengatakan kondisi Festival Bau Nyale di Pantai Kaliantan saat ini masih sepi. Ia menilai hal itu dipicu oleh lapangan yang menjadi pusat kegiatan festival yang masih terendam banjir.

“Sudah seminggu lebih saya berjualan di sini, tapi kondisinya masih sepi. Belum lagi di jalan menuju ke sini juga banjir,” terang Mahni saat ditemui, Senin (2/2/2026).

Mahni menuturkan, pada tahun-tahun sebelumnya, menjelang Festival Bau Nyale kawasan Pantai Kaliantan biasanya sudah ramai oleh pedagang dan pengunjung yang datang menikmati keindahan pantai. Namun tahun ini, banjir membuat kondisi tersebut berbeda.

“Biasanya sudah ramai pengunjung, begitu juga dengan pedagang, tetapi karena lapangan yang menjadi lokasi utama Festival Bau Nyale terendam banjir, makanya jadi sepi,” pungkas Mahni.

Hal senada disampaikan Nuruddin, salah seorang warga setempat. Ia menjelaskan, lapangan Kaliantan merupakan lokasi utama pelaksanaan Festival Bau Nyale setiap tahunnya, mulai dari panggung hiburan hingga penempatan lapak pedagang.

“Setiap tahunya lokasi Festival Bau Nyale di sini, baik itu panggung hiburan dan lapak pedagang. Sudah kami petakan lokasinya. Tapi kalau banjir seperti ini terus siapa yang mau kesini,” ucap Nuruddin.

Nuruddin menerangkan, banjir terjadi akibat meluapnya bendungan Embung Bedah. Luapan air tersebut merendam seluruh areal lapangan, sehingga lapak-lapak pedagang tidak bisa ditempati.

“Para pedagang terpaksa menggeser lokasi lapaknya karena lapangan sudah tidak bisa ditempati karena banjir. Bisa kita katakan semuanya area lapangan ini sudah kebanjiran,” ucap Nuruddin.