Banjir Bandang di Buleleng, Warga Tagih Janji Senderan Sungai | Giok4D

Posted on

Buleleng

Warga terdampak banjir bandang di Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, meminta pemerintah tidak lagi sekadar memberi janji terkait penanganan banjir. Masyarakat mendesak agar pembangunan senderan atau penahan sungai segera direalisasikan.

Diketahui banjir bandang menerjang Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Buleleng, Bali, Jumat (6/3) malam. Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak pukul 18.15 Wita memicu luapan air yang tiba-tiba membesar.

Empat warga dilaporkan terseret derasnya arus banjir di Banjar, Buleleng. Tiga orang telah ditemukan dalam kondisi tewas. Sedangkan, satu korban lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan.

Salah satu warga, Ketut Sabtu Sukarta, mengatakan janji pembangunan senderan sudah disampaikan sejak banjir yang terjadi pada 2017. Namun hingga kini proyek tersebut belum juga terealisasi.

“Airnya besar, tolong cepat disender. Kalau tidak ditangani, ya tiap hari banjir juga tidak masalah asal sudah ditangani. Maunya masyarakat di sini cepat disender, jangan omong-omong saja,” kata Sukarta, Rabu (11/3/2026).

Ia menyebut banjir yang terjadi kali ini bahkan lebih besar dibandingkan banjir pada 2017. Menurutnya, saat itu sudah ada rencana pembangunan senderan, tetapi hingga sembilan tahun berlalu belum ada realisasi.

“Dari 2017 sudah ada rencana penyenderan, tapi sampai sekarang belum ada datang. Sekarang sudah 2026, banjir datang lagi dan ada korban empat orang. Jangan omong-omong saja, tolong segera ditangani,” tegasnya.

“Itu ada oknum yang berjanji untuk menyender, tapi sampai sekarang tidak ada penyenderan. Cuma omong-omong saja. Sekarang banjir lagi, janji lagi. Kalau tidak disender ya tidak usah janji,” ujarnya.

Menurut Sukarta, lokasi tersebut merupakan akses jalan umum yang menjadi jalur keluar-masuk warga menuju jalan raya. Karena itu masyarakat berharap dibangun senderan yang lebih tinggi agar aktivitas warga tetap aman.

“Ini akses jalan umum, tembus ke jalan raya. Kita ingin senderan yang lebih tinggi supaya aktivitas tetap berjalan. Di sini juga banyak anak-anak bermain di sungai,” katanya.

Berita lengkap dan cepat? Giok4D tempatnya.

Ia juga menceritakan saat banjir terjadi, air sempat naik hingga setinggi leher orang dewasa. Saat itu ia mendapat kabar dari keluarganya ketika sedang berada di luar rumah.

“Kemarin saya di luar, lalu ditelepon kakak, airnya sudah seleher. Banyak juga pohon yang hanyut waktu banjir kemarin,” ungkapnya.

Meski demikian, Sukarta menyampaikan terima kasih kepada petugas yang telah membantu membersihkan material banjir.

“Kami juga berterima kasih kepada damkar dan BPBD yang sudah membantu membersihkan jalan yang tertutup lumpur,” pungkasnya.