Mataram –
Keberadaan badut dan anak jalanan (anjal) di sejumlah sentra kuliner takjil di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), dikeluhkan warga. Mereka dinilai kerap memaksa meminta uang kepada pengunjung yang tengah berbelanja.
“Badut di sentra takjil yang ada di Pagutan sama di Majapahit paling ramai sih. Jalan sebentar saja, pasti ketemu sama badut. Kisaran ada 5 badut,” kata Amira, salah seorang pengunjung di Pagutan, Mataram, Minggu (8/3/2026).
Ia mengaku sebagian badut dan anjal tersebut memaksa meminta uang kepada pengunjung. “Banyak yang maksa, nggak mau dia pergi, kalau nggak kami kasih uang,” ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan pengunjung lainnya, Sherly. Menurutnya, jumlah badut dan anak jalanan di sentra takjil Mataram tahun ini lebih banyak dibanding tahun sebelumnya.
“Tahun ini lebih ramai sih kalau saya lihat. Di satu titik bisa lebih dari 10. Itu pun hanya anak jalanan, belum lagi kalau badut, banyak banget. Sekalinya kami kasih uang, muncul lagi, nggak ada habisnya,” katanya, Minggu.
Menanggapi keluhan warga, Kasat Pol PP Kota Mataram, Irwan Rahadi mengatakan akan langsung menurunkan tim ke sejumlah titik untuk melakukan penertiban.
“Intinya yang dapat meresahkan masyarakat (kami tertibkan),” katanya pada, Minggu.
Sebelum diangkut ke mobil patroli, Irwan menyebut petuga akan melakukan pendekatan persuasif terlebih dahulu. Namun jika tetap mengganggu pengunjung, petugas akan mengambil tindakan.
“Kami kan ada SOP-nya, kami ingatkan yang bersangkutan. Kita ingatkan sekali saja. Ini kan sudah gangguan, apalagi ada laporan seperti memaksa. Kalau nggak dikasih mereka nggak mau pergi, sehingga memunculkan kekhawatiran,” tandasnya.
