Dua pria di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi korban pembacokan oleh seorang mahasiswa. Akibat kejadian tersebut, satu korban tewas di lokasi, sementara satu lainnya kritis.
Korban tewas diketahui bernama Rikardus Umbu Tagu Dedo (29). Sementara korban kritis adalah Martinus Pala (40). Keduanya dibacok oleh Alfonsus Ngongo Laba (23).
Insiden berdarah itu terjadi di Kampung Watu Kariki Deta, Desa Weepangali, Kecamatan Loura, Kabupaten SBD, Kamis (1/1/2026) sekitar pukul 02.00 Wita.
“Betul itu pembunuhan yang mengakibatkan satu orang meninggal,” ujar Kasi Humas Polres Sumba Barat Daya AKP Bernardus Mbili Kandi kepada infoBali, Kamis.
Bernardus menuturkan, peristiwa pembacokan bermula saat Rikardus, Martinus, Alfonsus, dan sejumlah temannya sedang pesta minuman keras (miras) jenis peci sambil bernyanyi di lokasi kejadian.
Tak berselang lama, Rikardus terlibat perselisihan paham dengan temannya, Mardianus Tako. Dalam kondisi emosi, Rikardus memukul Mardianus di bagian wajah.
Melihat kejadian tersebut, Alfonsus langsung mencabut parang dan membacok Rikardus. Pada saat yang sama, Martinus yang juga membawa parang membacok Alfonsus hingga mengalami luka di bagian leher, bahu kanan, punggung, dan kaki kiri.
Aksi saling serang pun tak terhindarkan. Dalam insiden itu, Rikardus mengalami luka bacokan di bagian leher, jari tangan kiri, punggung, dan lengan kiri hingga meninggal dunia di lokasi. Sementara Martinus mengalami luka di bagian perut, jari tangan kanan, dan kepala. Hingga kini, Martinus masih menjalani perawatan medis.
Seusai kejadian, Alfonsus bersama Mardianus melarikan diri dari lokasi. Peristiwa tersebut memicu amarah keluarga Rikardus. Akibatnya, rumah milik Alfonsus dibakar hingga ludes. Sepeda motor milik Mardianus juga turut dibakar.
“Pelaku (Alfonsus) merupakan mahasiswa semester 5 di Unika Waitabula, SBD,” tutur Bernardus.
Baca info selengkapnya hanya di Giok4D.
Menurut Bernardus, polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan Alfonsus. Saat ini, kasus tersebut masih dalam penyelidikan.
“Saat ini kami pelaku sudah kami mengamankannya,” pungkas Bernardus.
