Antisipasi LSD, Sapi-sapi di Sobangan Badung Dijatah 220 Dosis Vaksin

Posted on

Badung

Dinas Pertanian dan Pangan (Diperpa) Kabupaten Badung mendapat jatah 220 dosis vaksin untuk mengantisipasi penyebaran lumpy skin disease (LSD) atau penyakit kulit berbenjol pada ternak. Ratusan dosis vaksin tersebut dialokasikan khusus untuk melindungi populasi sapi Bali di Sentra Ternak Sobangan, Desa Sobangan, Kecamatan Mengwi, Badung, yang menjadi pusat pembibitan.

“Kami mendapatkan kuota vaksin sejumlah 220 dosis untuk seluruh ternak yang ada di Sentra Sobangan. Di sana jumlah sapinya sekitar 208 ekor, sehingga dosisnya sudah melebihi,” kata Plt Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Badung, I Gusti Ngurah Narendra Putra, Minggu (8/2/2026).

Narendra menuturkan pemberian vaksin ini bersifat pencegahan karena hingga saat ini belum ditemukan kasus LSD di wilayah Badung. Pemerintah pusat, dia berujar, memprioritaskan distribusi vaksin ke pusat-pusat pembibitan ternak berdasarkan panduan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali.

“Vaksinnya dari pusat dan panduannya dari Provinsi Bali. Memang diutamakan untuk pusat-pusat pembibitan ternak, salah satunya di Sentra Ternak Sapi Bali di Sobangan ini,” ujar Narendra.

Selain fokus pada pembibitan, pengawasan pintu masuk perdagangan ternak seperti Pasar Hewan Beringkit juga diperketat. Menurutnya, tim kesehatan hewan rutin turun setiap Rabu dan Minggu untuk memantau kondisi fisik sapi yang datang dari berbagai daerah.

“Sejak dikeluarkannya surat dari Provinsi Bali untuk kewaspadaan dini penyakit LSD, itu tim sudah bergerak. Setiap Rabu dan Minggu kami turunkan tim untuk memantau kesehatan hewan, terutama sapi di Pasar Beringkit,” imbuhnya.

Narendra menuturkan upaya sterilisasi berupa penyemprotan disinfektan dan kontrol insektisida turut digencarkan di area pasar hewan untuk meminimalkan risiko penularan. Dinas Pertanian menyuplai kebutuhan obat-obatan untuk mendukung petugas pasar dalam menjaga kebersihan sarana perdagangan hewan tersebut.

“Keluar masuk sapi tetap diawasi di Pasar Beringkit dan dilakukan spraying setiap ada sapi yang masuk atau keluar. Sejauh ini belum ada temuan kasus, baik di pasar maupun di masyarakat,” pungkas Narendra.