Denpasar –
Menjelang Hari Valentine 14 Februari 2026, suasana di Murni Custom Florist, Jalan Sutoyo, Dauh Puri, Denpasar, berubah drastis. Sejak sepekan terakhir, pesanan bunga melonjak tajam dengan mawar merah mendominasi meja peracik buket.
Admin Murni Custom Florist, Muhhamad Bimantara Syah Putra, menyatakan toko membuka pemesanan pada 7 Februari. Namun, lonjakan terasa sejak 10 Februari.
Ramainya mulai tanggal 10, kalau sampai hari ini sudah sekitar 30 pesanan lebih,” kata Putra pada saat ditemui di Murni Custom Florist, Kamis (12/2/2026).
Tak hanya jumlah pesanan yang melonjak, harganya pun fantastis. Putra menyebut ada satu pelanggan yang memesan 1.000 tangkai mawar dengan total harga mencapai Rp 6 juta.
Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.
Di sisi lain, harga mawar memang ikut naik. Kenaikan ini bukan semata efek Valentine, melainkan imbas naiknya harga dari petani, terutama dari Malang, Jawa Timur, yang menjadi pemasok utama bunga ke Bali.
Meskipun harga bunga Mawar mengalami kenaikan harga hal ini tidak mengurungkan niat pelanggan untuk memesan bunga ini.
“Only bunga itu ada yang dari Rp 3.000. Bunga aja itu. Kalau yang full bouquet itu kami minimal sekarang Rp 50.000 dapat 5 tangkai, nah jadi sudah dibuat bouquet. Jadi sudah dihitung semua jasa sama bahan. Hari biasa Itu di harga Rp 50.000 kami dapat 8 tangkai,” tutur pria berusia 26 tahun itu.
Sekitar 60 persen pasokan bunga di toko tersebut didatangkan dari Pulau Jawa menggunakan truk sehari sebelum peracikan. Sisanya berasal dari petani lokal Bali, seperti bunga sedap malam, bunga matahari, hingga daun pelengkap buket.
“Mungkin 40 persennya petani Bali. Kami ambil dari Malang,” kata Putra.
Lonjakan permintaan juga memaksa toko mengatur ketat jadwal pengiriman. Untuk menjaga kesegaran, buket baru dirampungkan maksimal dua jam sebelum dikirim melalui layanan ojek online atau diambil langsung oleh pelanggan.
Mayoritas pembeli didominasi usia dewasa muda, sekitar 25-29 tahun. Namun, ada juga pesanan dari kalangan pelajar.
“Kebanyakan umur dewasa. Dari penglihatan saya ya mungkin 25-29 tahun. Mungkin yang punya pasangan. Ada juga umur yang masih anak-anak sekolah,” ungkapnya.
Kenaikan harga bunga Mawar menjelang Hari Valentine juga dirasakan oleh Florist Dewi (27). Perangkai bunga asal Gianyar itu mengaku harus merogoh modal lebih dalam demi memenuhi pesanan pelanggannya di Toko Bunga Peony Gardena di Jalan Letda Made Putra, Denpasar Timur.
“Sebelumnya Rp 38.500 dapat 24 tangkai. Sekarang nggak tau, belum dihitung,” ujar Dewi pada saat ditemui, Kamis (12/2/2026).
Ia bahkan rela menempuh perjalanan jauh ke Denpasar karena sulit menemukan pemasok bunga dalam jumlah besar dengan harga terjangkau di daerahnya. Meski harga naik, antusiasme tak surut.
