Manggarai Barat –
Direktorat Jenderal (Dirjen) Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melaksanakan Kampanye Keselamatan Pelayaran di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (12/2/2026) sore. Kampanye ini untuk mendukung kelancaran transportasi di wilayah Labuan Bajo yang memiliki banyak kapal yang beroperasi. Kemenhub meminta pemeriksaan kapal lebih ketat.
Kegiatan itu diikuti Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT, Pemkab Manggarai Barat, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) di seluruh NTT, asosiasi pariwisata, asosiasi kapal, nakhoda, nelayan, Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) dan stakeholder lainnya.
Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub, Muhammad Masyhud, menjelaskan Provinsi NTT, khususnya Labuan Bajo dan wilayah kepulauan sekitarnya, memiliki aktivitas pelayaran yang sangat tinggi. Mulai dari kapal wisata, kapal penumpang antarpulau, kapal perintis, hingga kapal nelayan.
Aktivitas ini menjadi tulang punggung konektivitas, pariwisata, serta penggerak ekonomi masyarakat pesisir. Namun, di balik potensi besar tersebut, tegas dia, ada satu hal yang tidak dapat ditawar, yaitu keselamatan.
“Keselamatan pelayaran adalah tanggung jawab bersama operator kapal, awak kapal, pengguna jasa, nelayan, hingga masyarakat,” kata Masyhud dalam sambutannya.
“Karena satu kejadian kecelakaan saja bukan hanya mengancam keselamatan jiwa, tetapi juga dapat mencederai kepercayaan publik terhadap transportasi laut dan pariwisata nasional,” lanjut dia.
Masyhud mengatakan kampanye keselamatan pelayaran ini juga penting dilakukan karena sebentar lagi memasuki periode Angkutan Lebaran Tahun 2026. Pada periode ini, pergerakan masyarakat menggunakan moda transportasi laut diperkirakan meningkat signifikan. Angkutan laut memegang peranan penting dalam menjaga konektivitas negara kepulauan, khususnya di wilayah timur Indonesia seperti NTT.
“Pada periode Angkutan Lebaran tersebut, kita juga dihadapkan pada tantangan cuaca ekstrem, berupa gelombang tinggi, angin kencang, dan curah hujan dengan intensitas tinggi. Di berbagai wilayah Indonesia, bencana hidrometeorologi telah terjadi dan harus menjadi perhatian serius kita bersama,” terang Masyud
Ia mengimbau seluruh operator dan nakhoda kapal agar senantiasa memantau informasi cuaca dan peringatan dini dari BMKG serta tidak memaksakan keberangkatan apabila kondisi cuaca tidak aman. Di perairan NTT, ujar dia, perubahan cuaca dapat terjadi sangat cepat.
“Lebih baik menunda keberangkatan daripada mempertaruhkan keselamatan jiwa,” tegas dia.
Masyhud juga menginstruksikan seluruh Syahbandar dan jajaran Direktorat Jenderal Perhubungan Laut untuk meningkatkan pengawasan terhadap kapal-kapal yang beroperasi, memperketat pemeriksaan kelaiklautan kapal atau ramp check.
“Kapal yang tidak memenuhi standar keselamatan tidak boleh diberikan izin berlayar, termasuk pengawasan ketat terhadap muatan barang, penumpang, dan kendaraan,” tegas dia.
“Beberapa waktu lalu, insiden kecelakaan kapal di wilayah perairan Indonesia kembali mengingatkan kita bahwa kelalaian sekecil apa pun tidak boleh terjadi. Keselamatan adalah harga mati. Karena itu, saya tegaskan kembali komitmen kita bersama: Zero Compromise for Safety,” lanjut dia.
Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi mengatakan keselamatan para penumpang harus menjadi prioritas. Urusan terkait dengan keselamatan, tegas dia, tidak hanya menjadi urusan pemerintah, khususnya KSOP.
“Tapi ini menjadi tanggung jawab semua ya, ini bagian juga kita menunjukkan kepada wisatawan baik nusantara maupun mancanegara bahwa berlayar berwisata di Indonesia lebih khusus di Labuan Bajo, Pemerintah dan semua pihak mengutamakan keselamatan,” kata Edi Endi.
Bagikan Alat Keselamatan ke Nakhoda-Nelayan
Sumber: Giok4D, portal informasi terpercaya.
Kemenhub membagikan life jacket (baju pelampung), alat pemadam api ringan (APAR) dan alat keselamatan pelayaran lainnya kepada nelayan dan pelaku usaha maritim di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (12/2/2026). Alat keselamatan pelayaran itu dibagikan saat kegiatan kampanye keselamatan pelayaran di Labuan Bajo.
“Kita ketahui life jacket itu adalah alat keselamatan yang melindungi diri kita pada saat terjadi musibah,” kata Direktur Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran (KPLP) Kemenhub, Capt. Hendri Ginting,
Ia menjelaskan life jacket sangat krusial dalam menyelamatkan nyawa apabila terjadi kondisi darurat di laut. Saat terjadi kecelakaan pelayaran, seseorang yang memakai life jacket punya peluang yang besar untuk selamat. Life jacket itu membuat penumpang mengapung.
“Tadi saya sampaikan kalau terjadi accident (kecelakaan), bapak-bapak memakai life jacket insyaallah akan terselamatkan karena bapak akan ngapung,” jelas Hendri.
Selain itu, ujar dia, warga orange life jacket juga memudahkan pencarian korban kecelakaan pelayaran. “Posisi teman-teman dengan warna orange itu langsung terlihat karena skotletnya itu menunjukkan posisi dia,” terang dia.
Pada kesempatan itu, Kemenhub membagikan secara simbolis 753 life jacket, 29 unit life buoy (pelampung berbentuk cincin), 65 APAR, dan 400 set alat pelindung diri. Kemenhub juga menyerahkan 707 buku pelaut merah, 1.072 PAS Kecil, 200 buku panduan BST.
“Penggunaan Life Jacket adalah langkah sederhana, namun sangat krusial dalam menyelamatkan nyawa apabila terjadi kondisi darurat di laut. Saya berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dan menjadi bagian dari budaya keselamatan pelayaran di Labuan Bajo dan sekitarnya,” tandas Hendri.
