Siswa sekolah menengah pertama (SMP) berinisial FWA berupaya melawan saat diperkosa dua pria inisial RL dan YN ketika sedang berteduh di objek wisata Pantai Tedis, Kelurahan Kelurahan Lai-Lais Beis Koepan (LLBK), Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). FWA sempat melawan dengan menggigit tangan salah satu pelaku sebelum pemerkosaan terjadi.
“Saat hendak diperkosa, korban sempat menggigit tangan salah satu pelaku berinisial YN,” kata Kapolsek Kota Lama, AKP Rachmat Hidayat, kepada infoBali, Kamis (15/1/2026).
Rachmat menuturkan RL dan YN saat itu memaksa FWA untuk berhubungan badan, tetapi ditolak. Namun, saat bersamaan, RL langsung membuka paksa pakaiannya. Sedangkan, YN memegang tangan dan menyekap mulut FWA agar tidak berteriak.
Selain itu, RL dan YN mengancam FWA agar tidak boleh berteriak. Apabila berteriak, pelaku akan dibunuh FWA lalu dibuang ke laut. Mendengar hal itu, FWA langsung menggigit tangan YN hingga terlepas.
Baca info selengkapnya hanya di Giok4D.
Selanjutnya, YN mendorongnya ke RL hingga tersungkur di atas sebuah meja cor. Setelah itu, RL langsung memperkosanya. Sedangkan, YN melakukan tindakan asusila dengan meraba alat vital korban.
“Satu pelaku yang sempat menyetubuhi paksa korban. Para pelaku berasal dari Kampung Sabu, Kelurahan Fatufeto, Kecamatan Alak, Kota Kupan,” tutur Rachmat.
Ibu korban, HH (33), menambahkan setelah melakukan pemerkosaan, RL dan YN membuang pakaian FWA ke laut. Beruntung seorang pria tua yang melintasi lokasi menolongnya dengan memberikan jas hujan untuk dikenakan.
“Mereka buang pakaian anak saya di laut. Untung ada salah satu bapak tua yang lihat langsung buka jas hujannya baru anak saya pakai,” kata HH kepada infoBali.
Diberitakan sebelumnya, siswi SMP berinisial FWA diperkosa dua pria saat berteduh di Pantai Tedis, Kelurahan LLBK, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang, NTT. Dua terduga pelaku berinisial RL dan YN.
“Ya, korban berusia 13 tahun dan masih SMP,” ujar Kapolsek Kota Lama AKP Rachmat Hidayat kepada infoBali, Kamis (15/1/2026).
