Gedung Sekolah Dasar (SD) Sukamaju di Desa Hidi Rasa, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), rusak parah sejak lama. Siswa dan guru di sekolah itu kerap dihantui perasaan waswas saat kegiatan belajar mengajar (KBM).
“Kerusakannya sudah bertahun-tahun,” ucap Kepala SD Sukamaju, Muhlis Miladi, kepada infoBali, Kamis (15/1/2026).
Muhlis mengungkapkan kerusakan gedung sekolah makin parah akibat angin kencang yang melanda wilayah tersebut sejak beberapa hari terakhir. Bahkan, tiga dari enam ruangan di sekolah itu ambruk.
“Ruang belajar kelas 5, 6, dan kantor (ruang guru) rusak parah karena dihantam angin kencang kemarin. Rata-rata atap dan plafon rusak,” kata Muhlis.
“KBM terganggu karena memang ruangan tidak bisa digunakan, kondisinya rusak parah. Para guru dan siswa juga waswas masuk ke dalam ruangan,” imbuhnya.
Untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan, seluruh siswa dipulangkan lebih awal ke rumah masing-masing. Hal itu juga melihat kondisi cuaca ekstrem, yakni hujan deras disertai angin kencang yang belum mereda.
“Tadi kami pulangkan cepat seluruh siswa dan besok Jumat tanggal merah. Sabtu lusa, rencananya kami membangun tenda untuk ruangan belajar,” jelas dia.
Muhlis meminta pemerintah turun tangan membantu perbaikan gedung sekolah yang kondisinya sudah rusak parah. Menurutnya, gedung tersebut belum pernah diperbaiki sejak dibangun pada 2000 silam.
“Biar tidak menambah parah kerusakan lebih banyak, solusinya harus segera diperbaiki,” pungkasnya.
(iws/iws)
“KBM terganggu karena memang ruangan tidak bisa digunakan, kondisinya rusak parah. Para guru dan siswa juga waswas masuk ke dalam ruangan,” imbuhnya.
Untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan, seluruh siswa dipulangkan lebih awal ke rumah masing-masing. Hal itu juga melihat kondisi cuaca ekstrem, yakni hujan deras disertai angin kencang yang belum mereda.
“Tadi kami pulangkan cepat seluruh siswa dan besok Jumat tanggal merah. Sabtu lusa, rencananya kami membangun tenda untuk ruangan belajar,” jelas dia.
Muhlis meminta pemerintah turun tangan membantu perbaikan gedung sekolah yang kondisinya sudah rusak parah. Menurutnya, gedung tersebut belum pernah diperbaiki sejak dibangun pada 2000 silam.
“Biar tidak menambah parah kerusakan lebih banyak, solusinya harus segera diperbaiki,” pungkasnya.
