Gianyar –
Chevrolet KBD26 alias Chevrolet Luv milik Get Plastic, yayasan lingkungan hidup berbasis di Abiansemal, Badung, masih setia mengaspal di Bali. Mobil keluaran 1984 itu digunakan untuk kampanye pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar.
“Ini Chevrolet tahun 1984. Sudah berbahan bakar dari sampah plastik sejak 2021,” kata Direktur Pelaksana Get Plastic Ayu Pawitri saat ditemui di forum diskusi Ngayah untuk Rumah, Gianyar, Sabtu (28/2/2026).
Mobil pikap pabrikan Amerika Serikat itu menjadi kendaraan operasional Get Plastic. Sehari-hari, kendaraan tersebut dipakai untuk mengangkut sampah plastik dari masyarakat sekaligus membawa mesin pirolisis untuk edukasi.
Pantauan, kondisi fisik mobil tersebut tampak tak lagi prima. Cat putih tulang masih membalut bagian bak, lengkap dengan logo Get Plastic di sisi kanan. Namun, kap mesin terlihat usang dengan bercak karat yang menyebar. Bagian kabin juga terasa agak pengap saat pintu dibuka.
“Saya nggak tahu sudah berapa kilometer (indikator di speedometer). Tapi mobil itu masih jalan. Warna mobilnya masih asli,” kata Ayu.
Sejak 2021, Chevrolet Luv itu menggunakan solar hasil olahan sampah plastik. Bahan bakar tersebut diproduksi melalui mesin pirolisis yang juga dibawa menggunakan mobil tersebut saat kegiatan edukasi.
“Saat kami angkut sampah hingga angkut genset juga, pakai mobil ini. Jadi bahan bakar untuk mobil ini dari sampah plastik. Saat kami edukasi (ke masyarakat) juga bawa mesin pirolisis itu dan genset, kami letakkan di bak mobilnya,” katanya.
Ayu menjelaskan, setiap 1 kilogram (kg) sampah plastik yang diolah dengan mesin pirolisis dapat menghasilkan 1 liter solar. Hampir semua jenis plastik bisa diproses, kecuali botol plastik dan pipa PVC atau paralon.
Menurutnya, dua jenis plastik tersebut menghasilkan solar yang tidak layak untuk mesin kendaraan. Kandungan minyaknya sedikit dan mengandung serbuk.
“Kalau solar hasil olahan pipa PVC mengandung flouride. Bisa dijadikan BBM tapi beracun (untuk mesin). Bersifat korosif sehingga bisa membuat mesin berkarat,” katanya.
Selama lima tahun penggunaan, Ayu mengaku belum pernah mengalami kendala pada mesin kendaraan tersebut. Selain solar untuk mesin diesel, mesin pirolisis itu juga dapat menghasilkan bensin beroktan 90 yang bisa digunakan untuk sepeda motor.
“(Mesin pirolisis itu) juga bisa olah sampah untuk BBM motor. Sudah kami uji coba bensin hasil olahan sampah ke sepeda motor matik,” katanya.
