Badung –
Seorang turis perempuan asal Rusia kolaps di pinggir kolam renang Hotel Ayana Resort Bali, Jimbaran. Peristiwa itu terjadi pada Minggu (15/2/2026) sekitar pukul 18.12 Wita. Perempuan itu akhirnya meninggal dunia dalam perjalanan. Respons staf hotel yang dinilai tidak berbuat apa-apa menjadi sorotan di media sosial (medsos).
Rekaman video kejadian itu beredar di medsos. Terlihat beberapa staf hotel tidak bergerak memberikan pertolongan pertama saat korban tergeletak.
Dalam video yang beredar, terdengar wisatawan memprotes staf karena dinilai tidak melakukan tindakan pertolongan pertama. Kejadian bermula saat korban berinisial TG tiba-tiba pingsan di lokasi. Pihak hotel segera menghubungi tenaga medis.
Namun, karena tim medis memerlukan waktu perjalanan, seorang tamu asal Korea Selatan yang berada di lokasi turut membantu dengan melakukan tindakan resusitasi jantung paru (CPR) sebelum korban dibawa ke rumah sakit.
Tim medis tiba di lokasi pada pukul 18.31 Wita untuk memberikan penanganan awal. Korban kemudian dievakuasi menggunakan ambulans milik Ayana Resort Bali menuju Rumah Sakit Kasih Ibu untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Namun, sayangnya nyawa korban tidak tertolong. Dokter menyatakan korban telah meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit diduga akibat gagal jantung.
“Namun, sekitar pukul 19.00 Wita, dokter menyatakan korban telah meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit,” ujar Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, Jumat (20/2/2026).
TG telah dikremasi pada Selasa, 17 Februari 2026 sekitar pukul 12.00 Wita di Krematorium Mumbul, Benoa, Kuta Selatan, Badung, atas permintaan dan persetujuan anak korban.
“Korban sudah dikremasi bertempat di Krematorium Mumbul, Kuta Selatan, Badung atas permintaan dan persetujuan dari anak korban,” tutupnya.
Manajemen Ayana Resort Bali mengakui tidak semua stafnya dibekali keahlian CPR. Pihak Ayana Resort Bali menyatakan telah melakukan upaya semaksimal mungkin dalam penanganan kejadian tersebut. Namun, kedatangan tim medis ke lokasi memang membutuhkan waktu.
“Dalam kejadian tersebut pegawai kami tidak semua mempunyai keahlian CPR jadi dari pihak kami tidak berani sembarangan untuk langsung bertindak,” ujar General Affair AYANA Resort Bali, Sugianto, dalam keterangannya yang disampaikan melalui Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, Jumat.
Ayana juga menegaskan bahwa pihaknya memiliki dokter dan perawat yang bersiaga 24 jam. Mereka menyebut video yang beredar hanya potongan-potongan kejadian sehingga menimbulkan kesan seolah-olah tidak ada penanganan dari pihak hotel.
Korban, TG, diketahui bukan tamu yang menginap di hotel, melainkan berada di kawasan Ayana Residence yang memiliki akses ke area resort.
Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Kasih Ibu untuk mendapatkan penanganan medis. Ia dinyatakan meninggal dunia akibat dugaan gagal jantung.
“Pada saat kejadian korban dibawa ke Rumah Sakit Kasih Ibu, dinyatakan gagal jantung,” lanjutnya.
