Mataram –
Ribuan guru di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) tak kunjung menerima Tunjangan Profesi Guru (TPG) Gaji ke-13 tahun 2025 dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram. Dana transfer kurang jadi penyebab molornya pencairan TPG gaji ke-13.
“TPG guru sudah diusulkan, karena dana transfernya kurang. Setelah (kami) koordinasi dengan Kementerian Keuangan di pusat, katanya disuruh daerah (yang) menanggulangi,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, Yusuf, saat dikonfirmasi, Senin (2/2/2026).
“(Untuk saat ini) Kita (sedang) menunggu, sama seperti kasus di Lombok Barat, dana transfernya juga kurang, jadi kami menunggu kebijakan. Untuk dukungan pendanaan dikembalikan lagi ke pemerintah daerah,” sambungnya.
Yusuf menyebut, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Mataram serta Sekda Kota Mataram, terkait permasalahan TPG gaji ke-13 2025 yang tak kunjung cair.
“Nanti kita coba (berkomunikasi dengan) BKD dan Pak Sekda, terkait bagaimana jalan keluarnya,” jelasnya.
Di sisi lain, kebutuhan Disdik Mataram untuk menggaji TPG gaji ke-13, 14, Tambahan Penghasilan (Tamsil) ke-13, 14 hingga gaji guru agama ke-13, 14 berkisar Rp 167 miliar.
“Kebutuhan kita Rp 167 miliar sekian, tapi yang ditransfer (dari pusat) hanya Rp 59 miliar, kan kurang. Secara keseluruhan ada 1.287 guru,” terangnya.
Sementara itu, salah seorang guru di Kota Mataram yang enggan disebutkan namanya menyebut, gaji TPG ke-13 tahun 2025 dan THR 2025 tak kunjung cair hingga Februari 2026.
“Harusnya sih cair akhir tahun 2025, tapi sampai sekarang belum cair. Kemarin ada info kalau bakal cair tanggal 20-an, tapi sampai sekarang belum ada kabar lagi. Semoga bisa cepat cair,” katanya.
“Kami sempat mendengar kalau kiriman dari pusat baru disalurkan setengah, makanya sampai sekarang belum cair-cair,” sambungnya.
