Berawal dari Salak Kiloan, Rujak Mak Lemak Kini Laris Manis Jadi Hampers

Posted on

Denpasar

Usaha kuliner yang berawal dari penjualan sederhana kini berkembang pesat berkat inovasi dan media sosial. Rujak Mak Lemak, yang beralamat di Jalan Padma Nomor 82A, Denpasar Timur, kini dikenal luas sebagai rujak khas Bali dengan cita rasa pedas gurih dan konsep penyajian hampers.

Pemilik warung Rujak Mak Lemak, Ni Made Kembariyani, mengungkapkan usaha ini mulai dirintis sejak 2019. Saat itu, ia hanya menjual salak manis yang dikemas kecil-kecil dengan harga terjangkau.

“Di tahun 2019, awalnya tuh jual salak kiloan. Salak ini kan manis, terus kami kemas kecil-kecil Rp 5 ribu. Awalnya itu di kantor DPRD, ada teman di situ yang bantu jualin,” ungkap Kembariyani saat ditemui di warungnya, Sabtu (31/1/2026).

Seiring waktu, kegemarannya membuat rujak membuka peluang baru. Ia pun mulai membuat konten rujak di media sosial, khususnya TikTok, yang ternyata mendapat respons besar dari masyarakat.

“Terus karena senang buat rujak juga sekalian bikin konten di TikTok, ternyata ramai yang suka. Efeknya dari TikTok sih yang buat ramai,” jelasnya.

Kini, Rujak Mak Lemak tak hanya dijual per porsi, tetapi juga dikemas dalam bentuk hampers dengan beragam pilihan harga. Mulai dari Rp 5 ribu, Rp 10 ribu, hingga paket hampers senilai Rp 50 ribu, Rp 100 ribu, sampai Rp 200 ribu. Untuk porsi jumbo, rujak disajikan menggunakan nampan besar, dibungkus wrapping plastik, kemudian dihias seindah mungkin dengan pita.

Dalam satu sajian komplit, Rujak Mak Lemak menggunakan enam jenis buah, yakni mangga, nanas, jambu kristal, jambu air, pepaya, dan bengkoang. Namun komposisi buah menyesuaikan ketersediaan di pasar karena seluruh bahan dibeli segar setiap pagi.

Untuk mangga, digunakan mangga jenis brasil atau mangga madu tergantung musimnya. Dalam sehari, kebutuhan mangga bisa mencapai sekitar 120 kilogram.

Selain buah, bumbu menjadi ciri khas utama. Seluruh bumbu dibuat sendiri dengan pilihan gula merah, gula pasir, dan gula kacang. Bumbu rujak ini juga dijual terpisah dengan harga Rp 15 ribu untuk bumbu gula pasir dan Rp 18 ribu untuk bumbu gula merah.

Dari sisi penjualan, Rujak Mak Lemak mencatat angka yang cukup tinggi. Dalam sehari, minimal terjual sekitar 200 porsi rujak ukuran Rp 10 ribu. Sementara untuk porsi nampan besar, satu paket setara dengan 20 hingga 25 porsi rujak.

Konsep hampers membuat penjualan meningkat signifikan pada momen tertentu. Pesanan biasanya membludak saat hari raya besar.

“Pesanan hampers biasanya paling ramai kalau Hari Raya Nyepi, Galungan, dan tahun baru kemarin ramai banget sampai kewalahan,” katanya.

Dengan cita rasa khas, inovasi kemasan, serta dukungan media sosial, Rujak Mak Lemak yang berlokasi di Denpasar Timur ini kini menjadi salah satu kuliner Bali yang banyak diburu, baik untuk dinikmati sendiri, bersama teman atau keluarga, maupun dijadikan bingkisan.