Mataram –
Memasuki H-5 Idulfitri 2026, toko pakaian hingga pusat perbelanjaan ramai dipadati pengunjung di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Lonjakan aktivitas belanja ini menyebabkan kemacetan di sejumlah ruas jalan di sekitar kawasan pertokoan.
Dari pantauan, sejumlah toko fashion, sepatu, dan tas memperpanjang jam operasional hingga pukul 23.30 Wita. Biasanya, toko-toko tersebut hanya beroperasi hingga malam hari. Perpanjangan jam buka dilakukan untuk mengakomodasi lonjakan pengunjung menjelang Lebaran.
“Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, kalau sudah memasuki beberapa hari jelang Lebaran, sejumlah toko fashion akan ramai pengunjung. Misalkan di Boxy, My Style depan Mataram Mall, dan beberapa toko fashion lainnya,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram Zulkarwin, Minggu (15/3/2026).
Untuk mengantisipasi kemacetan di sejumlah titik keramaian, Dishub Kota Mataram menurunkan puluhan personel guna membantu mengatur arus lalu lintas.
“Untuk antisipasi, kami sudah turunkan korlap dan kawan-kawan Dal Ops, untuk membantu kelancaran lalu lintas,” jelasnya.
Menurut Zulkarwin, terdapat lebih dari 10 titik pusat perbelanjaan yang menjadi lokasi keramaian masyarakat menjelang Lebaran. Beberapa di antaranya berada di kawasan Boxy, My Style, Lombok Epicentrum Mall, kawasan pertokoan Cakranegara, serta Hakata di Pagesangan. Saking padatnya, trotoar dan bahu jalan pun berubah menjadi lahan parkir dadakan.
“Untuk sementara kami imbau (bagi kendaraan parkir sembarangan), karena ini kan Ramadan. Mereka juga belanja, kalau kami gembok kendaraannya, nanti malah semakin menyebabkan kemacetan. Kami imbau saja untuk ke lokasi,” pungkasnya.
Salah seorang pengunjung toko fashion di Mataram, Ferial Ayu, mengaku kewalahan dengan ramainya pengunjung yang berbelanja kebutuhan Lebaran.
“Ramai banget, saya kira kalau malam bakal lebih sepi, ternyata lebih ramai. Saya sampai harus parkir agak jauh, soalnya full banget,” katanya.
Hal serupa juga diungkapkan Nila, pengunjung lainnya yang memilih tidak membawa kendaraan pribadi saat berbelanja.
“Dari H-10 sudah macet banget, saya nggak tahan kalau harus macet-macetan hampir setengah jam. Lebih baik berangkat ke mall ini pakai ojek online (ojol) daripada harus antre panjang di loket keluar, belum lagi harus kena macet di jalan,” tuturnya.
