Flores Timur –
Edy Millu nyaris saja menjadi korban kebakaran rumahnya di Kelurahan Kalabahi Kota, Kecamatan Teluk Mutiara, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (30/1/2026), pukul 08.25 Wita. Beruntung, dia bergegas menyelamatkan diri saat terbangun dari tidurnya karena terasa panas.
Kapolres Alor, AKBP Nur Azhari, mengungkapkan awalnya salah seorang warga bernama Hilarius Tolang yang saat itu bekerja sebagai satpam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tingkat satu di daerah itu mendengar suara ledakan dari kamar depan rumah milik Edy Millu.
“Tiba-tiba muncul api dari dalam rumah tersebut,” kata Azhari, dalam keterangannya, Jumat.
Melihat kobaran api, Hilarius Tolang berteriak meminta bantuan masyarakat sekitar untuk membantu memadamkan api. Dia juga memanggil-manggil pemilik rumah agar keluar.
Suasana keributan dari luar rumah dan tubuhnya yang merasakan panas membuat Edy Millu terbangun dari tidurnya. Saat itu, dia langsung terkejut melihat rumahnya telah terbakar.
“Dia kemudian berusaha untuk menyelamatkan surat-surat berharga sebisa mungkin sebelum memutuskan keluar rumah,” terang Azhari.
Beruntung, saat kejadian, selain Edy, semua keluarga berada di luar rumah karena pergi bekerja dan sekolah.
Mendengar informasi kebakaran, personel dan piket jaga Polres Alor yang dipimpin oleh Kasat Samapta Polres Alor AKP Warsito mendatangi lokasi kejadian guna membantu masyarakat sekitar memadamkan api menggunakan mobil water cannon.
“Namun dikarenakan keterbatasan air dan peralatan seperti selang mobil water cannon tidak dapat melakukan pemadaman dengan efektif,” ujar Azhari.
Baru sekitar pukul 09.05 Wita, petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi guna melakukan upaya pemadaman api dan api berhasil dipadamkan pada pukul 10.30 Wita.
Polisi menduga sumber api berasal dari ledakan akibat arus pendek listrik. Unit Penanggulangan PT PLN Cabang Alor kemudian melakukan pemutusan jaringan listrik di sekitar lokasi. Namun, penyebab pasti masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh Unit Identifikasi Satreskrim Polres Alor.
Meski tidak ada korban jiwa, akibat kebakaran tersebut pemilik rumah mengalami kerugian cukup besar.
“Berdasarkan hasil pulbaket diduga kerugian yang dialami oleh pemilik rumah berjumlah sekitar Rp 350 juta,” tandas Azhari.
Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.
