Mataram –
Jalan Majapahit, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), menjadi salah satu spot favorit untuk berburu takjil saat bulan suci Ramadan di Mataram. Di hari pertama puasa, Kamis (19/2/2026) sorem ratusan pengunjung mulai ramai berdatangan sejak pukul 17.00 Wita.
Aneka jajan tersedia di Jalan Majapahit. Mulai dari siomay, risol mayo keju, telur congkel, serabi laklak, dan masih banyak lagi. Ada pula beragam lauk pauk masakan rumahan tersedia di sana. Antara lain, urap sayur, pelecing, lalapan bebek, sate bulayak, sate jamur, ramen, dan masih banyak lagi.
“Saya sengaja ‘war takjil’ di sini, soalnya makanan disini murah meriah, dan yang pasti enak semua,” kata Amelia, salah seorang pengunjung saat diwawancarai.
Amelia mengaku sengaja membawa uang lebih, untuk mencoba berbagai jenis takjil. “Saya bawa Rp 150 ribu, kalap banget deh. Pingin semua dicoba. Saya paling suka telur congkel, sate bulayak sama es alpukat kocok. Worth it banget,” tuturnya.
Setali tiga uang dengan Amelia, Wayan, warga Pagutan, Kota Mataram sengaja ‘war takjil’ di Jalan Majapahit, karena pilihan takjilnya sangat beragam.
“Di sini ada puluhan pedagang, dari ujung Kantor Kemenkum sampai Taman Budaya full sama pedagang. Tergoda banget,” katanya.
Meski tidak menjalankan puasa, Wayan mengaku ikut ‘war takjil’ karena tergiur dengan banyaknya makanan. Dia juga senang bisa membantu para pedagang skala UMKM.
“Sebelum saya beli takjil, saya sudah ngomong kok sama pedagangnya. Pedagangnya malah senang, karena saya borong takjil,” terangnya.
Senada dengan Wayan, Kristina, salah seorang warga Mataram juga memborong takjil serabi laklak hingga sate bulayak untuk nantinya dibagi ke teman-temannya yang menjalankan puasa.
“Saya war takjil di sini bukan buat pribadi, tapi emang niatnya mau beliin buat teman-teman yang lagi puasa. Tapi jujur, telur congkel, serabi laklak sama sate bulayak plus urapnya, juara banget. Harganya juga nggak mahal, bukan yang getok harga, tapi murah kok, Rp 10 ribu sudah bisa beli sate,” tuturnya.
