Tabanan –
Jembatan penghubung Desa Gadung Sari, Kecamatan Selemadeg Timur dengan Desa Pesagi, Kecamatan Penebel, kembali jebol setelah dihantam banjir. Jembatan yang dijuluki Jembatan Sambuk (serabut kelapa) itu sebelumnya juga sempat rusak pada 2024 dan hingga kini belum mendapat perbaikan permanen.
Perbekel Desa Gadung Sari, I Wayan Srindeg, saat ditemui di lokasi, Selasa (24/2/2026), menuturkan jebol pertama terjadi pada 2024 di bagian sisi timur. Saat itu, warga berinisiatif menambal lubang menggunakan serabut kelapa agar tetap bisa dilintasi kendaraan. Sejak itu, jembatan tersebut dikenal dengan sebutan Jembatan Sambuk.
“Di kerusakan pertama sudah kami laporkan kepada pak Bupati dan Dinas PUPR. Saat itu sempat diatensi petugas, namun informasinya anggaran perbaikan dialihkan untuk pengaspalan jalan,” ujar Srindeg.
Namun pada Minggu (22/2/2026), saat curah hujan tinggi mengguyur wilayah tersebut, jembatan yang dibangun pada 1998 itu tak mampu menahan derasnya aliran Sungai Yeh Ngigih. Struktur jembatan patah di bagian tengah hingga ujung timur dan tak lagi bisa dilalui.
Srindeg mengatakan kerusakan kedua ini juga telah dilaporkan ke Dinas PUPR. Rencananya, perbaikan akan dilakukan pada April 2026.
“Mudah-mudahan segera diperbaiki karena ini jalur alternatif dan sangat penting menuju Penebel,” tegasnya.
Menurut Srindeg, jembatan tersebut sangat vital bagi warga Gadung Sari, terutama untuk mengirim komoditas hasil kebun ke wilayah Pesagi dan sekitarnya. Komoditas yang diangkut di antaranya kelapa, cokelat, dan hasil kebun lainnya.
Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.
Akibat ambrolnya jembatan, pelaku usaha di Gadung Sari terpaksa memutar ke arah selatan sejauh 14-15 kilometer melalui jalur Denpasar-Gilimanuk untuk menuju Penebel.
