Daftar Isi
Denpasar –
Sejumlah perantau kerap kesulitan mencari tempat tinggal sementara atau hunian kos di Bali. Pesatnya perkembangan pariwisata hingga terbatasnya lahan membuat kos murah di Bali sulit ditemukan.
Tarif sewa kos-kosan di wilayah seperti Badung dan Denpasar biasanya relatif tinggi. Kondisi inilah yang kerap menyulitkan para perantau untuk menemukan tempat kos dengan harga terjangkau di Bali.
Tak jarang, mereka harus bergerak cepat dan mulai mencari kamar sejak jauh-jauh hari. Berbagai cara pun ditempuh, mulai dari menelusuri media sosial seperti Facebook, TikTok, hingga memanfaatkan aplikasi khusus pencarian kos.
Jika Anda berencana tinggal di Bali dalam jangka waktu yang lama, ketahuilah strategi yang tepat saat mencari kos. Simak tips dan trik mencari kos di Bali seperti dirangkum berikut ini:
1. Jangan Mudah Percaya Tawaran di Media Sosial
Perantau dituntut lebih cermat saat mendapat informasi kos melalui media sosial. Tidak semua pemilik kos memasarkan huniannya secara terbuka di platform daring, sehingga celah ini kerap dimanfaatkan oleh calo.
Dalam sejumlah kasus, para calo menawarkan ketersediaan kamar kos dengan biaya jasa yang mahal. Para pencari kos perlu tetap waspada dan jangan mudah percaya dengan tawaran di media sosial agar terhindar dari penipuan yang berpotensi merugikan.
2. Mulai Mencari Kost Sejak Jauh Hari
Sebelum datang ke Bali, calon perantau sebaiknya sudah memperhitungkan waktu dengan mulai mencari hunian kos sejak jauh hari. Pasalnya, sistem sewa kamar kos di Bali cenderung tidak menentu.
Ada penyewa yang hanya tinggal dalam waktu singkat, seperti harian atau mingguan. Namun, tidak sedikit pula yang menetap hingga berbulan-bulan. Kondisi ini membuat ketersediaan kamar sering berubah sewaktu-waktu.
Maka dari itu, calon perantau perlu meluangkan waktu lebih awal untuk mencari kamar kos. Proses pencarian ini membutuhkan kesabaran dan ketelitian yang ekstra, karena tidak mudah menemukan kos yang sesuai hanya dalam satu kali pencarian.
Selain lokasi, pencari kos juga perlu menyesuaikan anggaran serta tipe kamar yang diinginkan agar bisa sesuai dengan kebutuhan.
3. Cek Lokasi Secara Mandiri
Pencari hunian tidak disarankan hanya mengandalkan informasi secara daring. Penting untuk melihat langsung kondisi kos ke lokasi agar mendapatkan gambaran yang sesuai dengan keinginan. Pasalnya, tampilan di media sosial atau iklan online seringkali tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Dengan melakukan survei secara langsung, para pencari kost dapat memperkirakan berbagai aspek, mulai dari akses lingkungan, kualitas bangunan, kenyamanan sekitar, hingga fasilitas yang tersedia.
Namun, cara ini tentu hanya bisa dilakukan jika terdapat kamar kosong yang tersedia dan telah disepakati terlebih dahulu dengan pemilik kost.
4. Minta Bantuan Kerabat atau Teman
Jika tidak mampu untuk datang atau survei kamar kos secara langsung, para perantau bisa memanfaatkan bantuan dari kerabat atau teman yang tinggal di Bali dengan cara bertukar informasi. Dengan begitu, Anda bisa mendapatkan informasi yang lebih akurat dibandingkan iklan di media sosial.
Cara ini juga relatif lebih aman karena dapat membantu menghindari calo, sekaligus menekan biaya tambahan yang tidak perlu.
5. Bandingkan Harga dan Fasilitas
Saat mencari kos, para perantau disarankan untuk tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan. Sebelum menetapkan pilihan, penting untuk membandingkan beberapa opsi kost yang tersedia. Mulai dari harga sewa, fasilitas kamar, hingga lokasi yang strategis dari lingkungan sekitar.
Melalui pertimbangan yang matang, pencari kost akan mendapatkan hunian sesuai dengan yang diinginkan.
