Gianyar –
Kasus pabrik rahasia narkotika di vila kawasan Gianyar, Bali, terus terkuak. Badan Narkotika Nasional (BNN) menangkap seorang warga negara Rusia berinisial ST (34) yang diduga menjadi kurir bahan baku pembuatan narkotika jenis mephedrone.
ST ditangkap di sebuah vila di Sukawati, Gianyar. Ia diduga terlibat dalam produksi serbuk dan kristal narkotika golongan I tersebut.
“Tanggal 5 Maret kemarin kami tangkap di sebuah vila di Sukawati,” kata Kepala BNN Irjen Suyudi Ario Seto saat konferensi pers di Gianyar, Bali, Sabtu (7/3/2026).
Suyudi menjelaskan, pengungkapan kasus ini bermula dari temuan kiriman dua jeriken berisi cairan kimia asal China yang masuk ke Tangerang pada awal Januari 2026. Dua barang kiriman dari luar negeri itu awalnya diberi nama pigmen.
Namun setelah diperiksa petugas Bea Cukai, dua paket tersebut ternyata berisi bahan kimia untuk memproduksi mephedrone, yakni Ethyl Aceate, HCL, dan alkohol.
Dari laporan Bea Cukai itu, petugas kemudian melakukan penyelidikan. Hasilnya, diketahui barang tersebut ditujukan kepada ST yang tinggal di sebuah vila di Sukawati, Gianyar.
“Kami berhasil menginterogasi ST. Dia orang pertama yang kami identifikasi,” kata Suyudi.
Suyudi mengatakan, ST berperan sebagai kurir peralatan dan bahan baku pembuatan mephedrone. Seluruh peralatan dan bahan baku yang sebagian diimpor dari China itu dibawa ke vila yang dijadikan pabrik rahasia.
“Ada hidrobromit, metilamin. Itu semua zat kimia yang didatangkan (dari China). Zat itu semua mendukung terjadinya pembuatan zat adiktif yang disebut mephedrone itu,” katanya.
Diberitakan sebelumnya, seorang perempuan warga negara Rusia berinisial NA juga ditangkap karena menyimpan narkoba cair di vila kawasan Desa Saba, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, Bali.
NA ditangkap oleh petugas gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN), Bea Cukai, dan kepolisian beberapa hari setelah penangkapan ST.
Perempuan Rusia tersebut diduga menerima bahan baku pembuatan mephedrone yang dikirim oleh ST.
Keduanya diketahui telah memproduksi mephedrone di Bali selama dua bulan terakhir.
“Sudah dua bulan mereka produksi mephedrone di Bali. Sejak Januari 2026,” ungkapnya.
