Lombok Tengah –
Maraknya aktivitas tambang emas ilegal di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), menjadi sorotan publik. Teranyar, aktivitas penambangan emas ilegal ditemukan di Dusun Belenje, Desa Serage, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah. Warga berbondong-bondong mencari emas di perbukitan tersebut.
Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri, buka suara terkait banyaknya tambang emas ilegal di wilayah tersebut. Dia mengeklaim sejumlah tambang ilegal yang beroperasi di sana telah ditutup total.
“Nanti ada tim khusus yang ke sana. Tambang itu juga sudah ditutup. Kalau dibuka, kita tutup lagi,” kata Pathul saat ditemui di Mataram, Kamis (5/2/2026).
Pathul mengaku sudah memberikan sanksi tegas kepada para pelaku tambang ilegal dan memerintahkan untuk melakukan penghijauan kembali di wilayah tersebut. Ia menilai maraknya aktivitas tambang ilegal di Lombok Tengah merupakan cara masyarakat bertahan hidup.
Pemkab Lombok Tengah, dia berujar, tidak pernah memberikan izin bahkan tidak akan pernah menerbitkan izin tambang emas ilegal. “Di mana ada gula di sana ada semut. Inilah dinamika hidup,” pungkasnya.
Hamzan Wadi (30), warga asal Gerung, Lombok Barat, mengaku sengaja datang ke tambang emas ilegal di Bukit Serage untuk mendulang emas murni. Menurut dia, banyak warga luar Lombok Tengah yang berbondong-bondong datang ke kawasan bukit tersebut.
“Tambang ini baru seminggu ditemukan. Saya kemarin nyari secara tradisional dapat 0,5 gram. Hanya setengah hari,” kata Hamzan, Kamis.
Keberadaan tambang emas itu, Hamzan berujar, menjadi oase baru bagi masyarakat di tengah harga emas yang kian melambung. Ia menyebut aktivitas penambangan di Bukit Serage itu tidak diawasi pemerintah.
Walhasil, warga melakukan penambangan dengan membawa cangkul, betel, hingga alat untuk mengajak secara tradisional serta memisahan logam emas dari lumpur. “Saya tergiur karena emas lagi mahal. Dapat segeram saja sudah bisa kita jual Rp 2 juta,” ujar Hamzan.
“Tidak ada petugas di sana. Ini saya berencana ke sana lagi minggu ini,” sambungnya.
Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahari saat ditemui di Mataram, Rabu (4/2/2026). (Foto: Ahmad Viqi/).
