Henti Jantung, Lansia Tewas di SMPK Sanctissima Trinitas Hokeng Flores Timur

Posted on

Flores Timur

Pria lanjut usia (lansia) inisial MR (69) ditemukan tewas Sekolah Menengah Pertama Katolik (SMPK) Sanctissima Trinitas Hokeng, Desa Klatanlo, Kecamatan Wulanggitang, Flores Timur, Rabu (4/2/2026), pukul 11.00 Wita. MR adalah warga setempat.

“Korban saat ditemukan sudah dalam keadaan tidak bernyawa lagi atau meninggal dunia,” kata Kapolsek Wulanggitang, Iptu Fransiskus Maryanto, saat dikonfirmasi, Rabu (4/2/2025).

MR ditemukan tewas ketika warga inisial YAK (43) mendengar gonggongan anjing dekat rumahnya yang berjarak sekitar 3 meter dari SMPK Sanctissima Trinitas Hokeng. YAK menduga ada pencurian sehingga ia mengikuti gonggongan anjing tersebut.

YAK kemudian melihat sejumlah seng di SMPK Sanctissima Trinitas Hokeng berantakan. Ia lantas melihat ke arah samping dan melihat MR tergeletak di tanah. YAK kemudian memanggil-manggil MR, tetapi tidak merespons.

Lantaran MR tidak menyahut, YAK kemudian pergi memanggil warga lain, SCM (38) dan IBR (43) serta masyarakat desa setempat agar ke lokasi. Mereka kemudian melaporkan kejadian itu kepada Polsek Wulanggitang.

Fransiskus mengatakan, setelah dilakukan pemeriksaan medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh MR. Keluarga korban menerima peristiwa itu sebagai musibah dan menolak untuk diautopsi.

“Korban meninggal dunia pada saat membongkar seng. Korban langsung berhenti jantung yang mengakibatkan korban jatuh dari atap seng dan meninggal dunia,” terang Fransiskus.

Sebagai informasi, SMPK Sanctissima Trinitas Hokeng adalah salah satu sekolah yang terdampak letusan akibat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki. Sekolah itu ditutup permanen setelah luluh lantah dan menyebabkan salah satu suster meninggal dunia.