Badung –
Pesisir Pantai Pererenan di Desa Pererenan, Kecamatan Mengwi, Badung, yang dipenuhi tumpukan sampah dahan dan batang pohon kering berdiameter hingga 80 centimeter mulai dibersihkan. Aksi pembersihan besar-besaran langsung dilakukan mulai pukul 08.00 Wita dengan melibatkan personel kepolisian, perangkat desa, hingga siswa sekolah dasar.
“Pelaksanaan kegiatan kami fokuskan di Pererenan karena selesai diguyur hujan tadi pagi, jadi mungkin sampah-sampah masih cukup banyak yang numpuk. Kami laksanakan kegiatan bersih-bersih demi kenyamanan dan keasrian dari Pantai Pererenan,” kata Kapolsek Mengwi Kompol Anak Agung Gede Rai Darmayasa di lokasi, Rabu (4/2/2026).
Selain batang kayu besar, sampah plastik dan dedaunan juga tampak mendominasi area pasir yang biasanya menjadi titik kumpul wisatawan. Seluruh elemen masyarakat termasuk pekerja usaha di sekitar pantai bahu-membahu mengumpulkan sampah kiriman tersebut agar bisa segera diangkut dari area pesisir.
“Hasil pemantauan tidak begitu kotor, namun ada beberapa sampah kiriman yang perlu kita bersihkan. Nantinya sampah-sampah ini dikumpulkan agar bisa diangkut oleh perangkat desa yang ada di Pererenan,” ujar Agung Rai.
Kondisi kayu yang berukuran besar memerlukan penanganan khusus karena tidak semuanya bisa diangkat secara manual ke atas kendaraan pengangkut. Polisi berkoordinasi dengan otoritas desa untuk menyediakan alat potong guna memudahkan proses evakuasi puing-puing kayu tersebut.
“Kalau di sini hasilnya ya puing-puing kayu yang ada. Yang agak besar nanti mungkin bisa dipotong dulu, kita akan koordinasikan dengan perangkat desa,” imbuhnya.
Polsek Mengwi memastikan aksi bersih-bersih ini tidak hanya menjadi gerakan sekali jalan, melainkan akan dilakukan secara berkesinambungan di titik pantai lainnya. Para Bhabinkamtibmas di wilayah pesisir seperti Munggu dan Cemagi telah diinstruksikan untuk memantau potensi tumpukan sampah kiriman serupa.
“Tadi kami sudah perintahkan masing-masing Bhabin yang ada di wilayah terutama pantainya untuk menginformasikan kalau nanti ada wilayahnya yang sudah terindikasi banyak sampah. Segera dilaporkan sehingga kami bisa mengumpulkan personel termasuk koordinasi dengan pemangku kepentingan untuk melaksanakan kegiatan kebersihan,” tegas Agung Rai.
Kegiatan yang berlangsung hingga siang hari ini diharapkan mampu menjaga citra pariwisata Bali, khususnya di wilayah Badung agar tetap nyaman dikunjungi turis. Kebersihan pantai dinilai menjadi kunci utama agar suasana wisata tetap asri dan bisa dinikmati dengan maksimal.
“Harapan kami adalah sudah barang tentu kalau sudah nyaman dan bersih, paling tidak tamu mancanegara dan lokal yang akan berkunjung pasti akan senang. Harapan kita semuanya dalam keadaan bersih sehingga bisa dinikmati suasana pantai yang senang,” pungkasnya.
