Pria berinisial GJ kembali bikin gempar lantaran duduk di sekitar Jembatan Tukad Bangkung, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Badung, Bali, pagi tadi. Polisi sempat mendatangi GJ setelah menerima laporan bahwa pria berusia 30 tahun itu disebut hendak melakukan percobaan bunuh diri atau ulah pati.
Polsek Petang menerima laporan sekitar pukul 09.30 Wita melalui layanan 110 di Polres Badung. Pelapornya adalah orang tua GJ. Petugas kemudian bergerak ke lokasi dan menemukan GJ sedang duduk di depan toko sebelah timur jembatan tersebut.
Polisi lantas membawa GJ ke Polsek Petang. Suasana menjadi cair saat GJ dimintai keterangan. Pria asal Denpasar Barat itu pun sempat bersenda gurau dengan polisi yang menasihatinya. GJ juga menghubungi keluarganya melalui video call, sesaat sebelum pulang.
Kapolsek Petang, AKP I Nyoman Arnaya, mengungkapkan GJ sedang bermasalah dengan keluarganya. Ia menyebut tujuan GJ ke jembatan setinggi 71,14 meter itu hanya untuk bermain karena sering dimarahi oleh orang tuanya di rumah.
“Setelah kami interogasi, menurut yang bersangkutan, dia nggak ada niat seperti itu (bunuh diri). Dia cuma datang ke lokasi, main saja ke sana, karena dimarah orang tuanya,” ungkap Arnaya, Selasa (6/1/2026).
Arnaya menjelaskan, niat GJ yang pergi dari rumah dan mengabarkan akan ke Jembatan Tukad Bangkung, membuat keluarga khawatir. Keluarga pun menelepon polisi dan memberi informasi terkait ciri-ciri GJ serta motor yang dikendarai.
“Dari sana kami lakukan pemantauan di sekitar lokasi dan melihat yang bersangkutan duduk di depan toko itu. Setelah kami cek, itu sesuai dengan yang dilaporkan keluarganya, seperti motor yang dipakai ke lokasi sesuai,” imbuh Arnaya.
Polisi memberikan nasihat-nasihat kepada pria yang baru menikah tersebut. Setelah situasinya mereda, GJ kemudian diizinkan pulang.
“Saya sudah minta mereka kalau sudah sampai di rumah agar video call kami,” pungkasnya.
“Setelah kami interogasi, menurut yang bersangkutan, dia nggak ada niat seperti itu (bunuh diri). Dia cuma datang ke lokasi, main saja ke sana, karena dimarah orang tuanya,” ungkap Arnaya, Selasa (6/1/2026).
Arnaya menjelaskan, niat GJ yang pergi dari rumah dan mengabarkan akan ke Jembatan Tukad Bangkung, membuat keluarga khawatir. Keluarga pun menelepon polisi dan memberi informasi terkait ciri-ciri GJ serta motor yang dikendarai.
“Dari sana kami lakukan pemantauan di sekitar lokasi dan melihat yang bersangkutan duduk di depan toko itu. Setelah kami cek, itu sesuai dengan yang dilaporkan keluarganya, seperti motor yang dipakai ke lokasi sesuai,” imbuh Arnaya.
Polisi memberikan nasihat-nasihat kepada pria yang baru menikah tersebut. Setelah situasinya mereda, GJ kemudian diizinkan pulang.
“Saya sudah minta mereka kalau sudah sampai di rumah agar video call kami,” pungkasnya.
