Manggarai Barat –
Personel Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Manggarai Barat menertibkan puluhan sepeda motor yang parkir liar di sepanjang Jalan Soekarno-Hatta, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (20/2/2026). Sepeda motor yang parkir di trotoar hingga bahu jalan itu diangkut ke Polres Manggarai Barat. Tak ditemukan mobil yang parkir liar di sana.
Jalan Soekarno-Hatta itu ramai dilintasi wisatawan jalan kaki setiap hari. Jalan satu arah tersebut terlihat semrawut karena parkir liar kendaraan tersebut.
“Petugas berhasil menertibkan sedikitnya 28 unit kendaraan roda dua yang kedapatan melanggar rambu-rambu. Untuk kendaraan roda empat, petugas tidak menemukan satu pun pelanggaran selama operasi berlangsung,” kata Kasatlantas Polres Manggarai Barat, AKP I Made Supartha Purnama, Jumat.
Partha mengatakan puluhan sepeda motor itu diangkut setelah petugas tak menemukan pemiliknya di lokasi. “Sebelum diangkut, petugas telah berupaya mencari pemilik kendaraan tersebut di lokasi. Namun, dikarenakan pemiliknya tidak ditemukan, kendaraan tersebut kini kami amankan di Mako Polres Manggarai Barat,” terang dia.
“Pemilik dapat mengambil kembali kendaraannya setelah memenuhi persyaratan dan prosedur yang ditetapkan oleh undang-undang,” lanjut dia.
Partha mengatakan tindakan tegas itu diambil menyusul banyaknya laporan mengenai penyempitan akses jalan akibat kendaraan yang parkir sembarangan di sepanjang jalan Soekarno-Hatta.
“Kami melakukan langkah tegas namun tetap edukatif terhadap pemilik kendaraan yang masih nekat memarkir kendaraannya di bahu jalan, terutama di area yang jelas-jelas terdapat tanda larang parkir,” kata dia.
Partha mengungkapkan fokus utama operasi ini bukan sekadar memberi sanksi, melainkan mengembalikan fungsi trotoar sebagai ruang bagi pejalan kaki. Ia menegaskan penggunaan trotoar untuk parkir kendaraan adalah bentuk pelanggaran serius yang mencoreng estetika kota sekaligus membahayakan kenyamanan publik.
“Trotoar itu diperuntukkan bagi pejalan kaki, bukan untuk lahan parkir pribadi. Kami ingin memastikan siapa pun yang berjalan kaki di sepanjang Jalan Soekarno-Hatta merasa aman dan nyaman tanpa harus turun ke badan jalan karena jalurnya terhambat motor,” tegas Partha.
