Denpasar –
Polda Bali memetakan sejumlah titik rawan kejahatan 3C (curat, curas, dan curanmor) selama pelaksanaan Operasi Sikat Agung 2026. Hal itu disampaikan Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Polda Bali Kombes Soelistijono saat konferensi pers di lobi Direktorat Reserse dan Kriminal Umum, Polda Bali.
“Terkait dengan titik-titik rawan, sebetulnya kami sudah identifikasi semua. Jadi kami punya aplikasi Siskamtibmas, itu untuk melihat persebaran terkait dengan kejadian-kejadian 3C,” ujar Soelistijono, Selasa (24/2/2026).
Menurutnya, berdasarkan pemetaan tersebut, sejumlah wilayah di bawah jajaran Polresta Denpasar menjadi perhatian.
“Jadi di masing-masing, khususnya di Polresta Denpasar, itu ada beberapa lokasi yang sudah kami identifikasi. Jadi ada di Polsek Denpasar Timur, Denpasar Barat, Denpasar Selatan, kemudian termasuk Kuta Selatan dan Kuta. Ini yang sudah kami identifikasi titik-titik rawan tadi,” jelasnya.
Menindaklanjuti hasil pemetaan itu, Polda Bali melakukan penggelaran personel secara maksimal, baik melalui langkah preemtif maupun preventif.
“Dan malam kami juga sudah melakukan upaya penggelaran personel, baik itu kegiatan preemtif maupun preventif,” kata Soelistijono.
Ia menambahkan, upaya penyebaran dan penggelaran personel telah dilakukan secara optimal. Namun, pelaku kejahatan kerap memanfaatkan celah waktu tertentu.
“Terkait dengan kejahatan di jalan ini memang kami sudah maksimal sebetulnya melakukan penyebaran dan penggelaran personel. Namun demikian upaya yang kami lakukan itu juga masih ada sisa-sisa waktu yang mungkin itu digunakan oleh para pelaku,” ungkapnya.
Polda Bali memastikan akan terus melakukan evaluasi dan penyesuaian pola pengamanan berdasarkan dinamika kerawanan di lapangan, terutama di wilayah perkotaan dan kawasan wisata yang memiliki mobilitas tinggi.
