Lombok Tengah –
Kirah, seorang perempuan warga Desa Ramggagata, Kecamatan Praya Barat Daya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), menjadi korban perampokan oleh enam orang tak dikenal, pada Senin (2/3/2026). Atas kejadian tersebut, korban mengalami luka serius di bagian kepala akibat ditebas golok.
Kepala Desa Ranggagata Kecamatan Praya Barat Daya, Muhamad Haikal, yang dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 22.10 Wita, saat korban tengah salat di rumahnya.
“Benar, kejadian pukul 22.10 Wita tadi,” kata Haikal kepada, Selasa (3/2/2026) via WhatsApp.
Haikal menjelaskan sekitar pukul 22.00 Wita, Kirah tengah video call (VC) dengan suaminya yang tengah berada di Malaysia. Tak lama kemudian, keduanya menyelesaikan percakapannya. Lalu, korban bergegas ke kamar mandi untuk wudhu sebelum salat Isya.
“Pada rakaat terakhir, tiba-tiba pelaku yang berjumlah sekitar enam orang langsung masuk, kebetulan rumah tidak terkunci dan memaksa korban menunjukkan tempat barang-barang berharga,” ujarnya.
Haikal menyampaikan, perlawanan yang dilakukan oleh korban itu tak berlangsung lama. Karena para pelaku menebas kepala korban menggunakan parang. Di sisi lain, Kirah juga khawatir anak perempuannya mendapatkan kekerasan sehingga memberitahukan tempat ia menaruh perhiasannya.
“Korban sedikit menolak sehingga perampok itu menebas kepala korban pakai parang, sehingga dengan terpaksa korban memberi tahu tempat menaruh perhiasannya. Karena waktu itu korban juga takut anak perempuannya dianiaya, kebetulan korban saat kejadian lagi bersama anak perempuan yang baru berumur 13 atau 14 tahun,” imbuhnya.
Haikal mengungkapkan posisi korban saat itu sedang berdua dengan anak perempuannya. Sedangkan anaknya yang laki-laki sedang tak berada di rumah.
“Dia (korban) tinggal juga bersama anak laki-lakinya, tapi kebetulan lagi pergi main kerumah temennya,” tegasnya.
Menurutnya, para pelaku berhasil mengambil perhiasan berupa kalung emas milik korban yang ditaruh di sebuah tempat. Ia menyebut, korban tak berdaya untuk mempertahankan barangnya karena takut mendapatkan kekerasan lebih keras.
“Baru setelah mengambil sebuah kalung emas para perampok itu pergi,” katanya.
Haikal menyampaikan setelah kejadian pihaknya bersama anggota dari Polsek Praya Barat Daya langsung menuju ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan pendalaman. Ia menyebut, korban saat itu juga langsung dilakukan visum dan melaporkan kejadian itu.
“Sudah langsung turun dan melakukan olah TKP bersama saya tadi dan sudah dilakukan visum dan sudah masuk laporan di Polsek Praya Barat Daya,” pungkasnya.
