Denpasar –
Pemerintah Iran bereaksi keras atas klaim jatuhnya tiga jet tempur F-15 Amerika Serikat di wilayah Kuwait. Teheran mempertanyakan narasi yang disampaikan otoritas Kuwait dan menyatakan akan mengirimkan nota protes resmi.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi menilai penjelasan soal sistem pertahanan udara Kuwait yang disebut secara tidak sengaja mencegat dan menembak jatuh tiga jet tempur AS pada Minggu malam perlu dijelaskan secara terbuka.
Pengumuman sebelumnya disampaikan militer Amerika Serikat yang menyebut sistem pertahanan udara Kuwait buatan AS telah mencegat dan menembak jatuh tiga jet tempur mereka sendiri.
Dilansir dari, Selasa (3/3/2026), dalam perkembangan terpisah, Pangkalan Pertahanan Udara Khatam Al-Anbiya Iran pada Senin (2/3) menyatakan Angkatan Bersenjata Iran telah menembak jatuh satu jet tempur F-15 canggih AS di dekat perbatasan dengan Kuwait. Peristiwa itu disebut sebagai penembakan jatuh jet tempur Amerika Serikat pertama dalam 27 tahun terakhir.
Berbicara kepada jaringan berita IRIB mengenai insiden tersebut, Araghchi menuntut transparansi atas klaim Kuwait.
“Jika klaim itu benar bahwa pesawat-pesawat ini ditembak jatuh oleh pertahanan Kuwait, Kuwait harus menjawab apa yang dilakukan pesawat-pesawat ini di sana sejak awal,” kata menteri Iran tersebut.
Araghchi juga menyoroti keandalan sistem militer Barat, dengan menyindir insiden yang disebut melibatkan perangkat buatan Amerika.
“Mereka mengklaim memiliki teknologi militer yang unggul, namun mereka mengalami kegagalan operasional berulang kali… Sistem mereka sendiri mengenai pesawat mereka sendiri? Ini mempertanyakan prestise mereka,” cetus Menlu Iran itu.
Menurut Araghchi, klaim tersebut, jika benar, bertentangan dengan pernyataan sejumlah negara tetangga di kawasan yang menyatakan wilayah mereka tidak digunakan sebagai landasan peluncuran serangan AS terhadap Iran.
Ia memaparkan dua kemungkinan atas insiden tersebut, yakni jet-jet itu beroperasi dari wilayah regional meski ada penyangkalan, atau berada di dalam wilayah udara Iran saat diserang.
“Insiden ini membuktikan bahwa terlepas dari citra yang mereka proyeksikan, mereka rentan secara internal dan tidak mampu membela diri,” tambah menteri Iran tersebut.
Ia turut membandingkan insiden itu dengan kemampuan rudal Iran yang, menurutnya, secara konsisten mengenai sasaran meski menghadapi beberapa lapisan pertahanan Barat.
