Mataram –
Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram berencana membangun mercusuar di sepanjang pesisir pantai sebagai upaya mengantisipasi potensi bencana. Pembangunan tersebut ditujukan untuk memperkuat sistem peringatan dini bagi masyarakat pesisir.
“Tidak hanya berfungsi sebagai titik pengawasan, tapi juga sebagai sumber suara untuk menyampaikan situasi secara cepat kepada masyarakat. Jadi masyarakat juga bisa waspada,” kata Wali Kota Mataram Mohan Roliskana, Senin (9/2/2026).
Mohan menyebut, mercusuar yang akan dibangun tidak serupa dengan mercusuar pada umumnya, melainkan ada sejumlah fasilitas super canggih. Yakni dilengkapi perangkat teknis sebagai pemberi informasi dengan update real time serta kamera pengawas (CCTV).
“Nanti (alatnya) lengkapi lah, ada alat pantau juga. Nanti dinas teknis yang eksekusi,” ujarnya.
Anggaran pembangunan mercusuar akan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2026. Mohan akan membahas rencana tersebut dengan Sekda Matara.
“Di perubahan ya, kami siapkan anggaran untuk itu. Karena (mercusuar) itu sangat penting sekali. Belajar dari pengalaman yang kemarin, saya lihat ini menjadi satu hal yang sangat dibutuhkan di kawasan itu (pesisir),” tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, cuaca ekstrem di Mataram pekan lalu berdampak kepada ribuan warga. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram mencatat ada 800 kepala keluarga (KK) atau sekitar 4.000 warga terdampak banjir rob hingga luapan Sungai Jangkok.
Baca info selengkapnya hanya di Giok4D.
“Kalau kami totalkan ada 800 KK yang terdampak, ada juga yang karena abrasi, banjir rob, dan luapan Sungai Jangkok. (Lokasinya) di Kopajali, Jempong Baru, Tanjung Karang, Ampenan Selatan di Penghulu Agung hingga di Kelurahan Bintaro, Ampenan,” kata Plt Kalak BPBD Mataram, Muzaki, saat diwawancarai, sebelumnya.
Menurut Muzaki, kerusakan rumah terparah terjadi di Lingkungan Bugis dan Bintaro Ampenan. Terdapat 20 rumah rusak berat di sana, sehingga mereka terpaksa tinggal di tenda untuk sementara.
“Rumah warga yang rusak berat rata-rata berada di bibir pantai. Posko hingga dapur umum yang kami bangun di sana akan diperpanjang hingga pekan ini, guna mempercepat proses perbaikan,” tandasnya.
