Denpasar –
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung akan memberikan penghargaan bagi desa wisata terbersih pada tahun ini. Hal itu muncul saat Forum Group Discussion BRIN bersama pemerintah daerah di Dinas Pariwisata Bali, Denpasar, Kamis (5/2/2026).
“Tahun ini kami memberikan penghargaan penghargaan kepada desa wisata yang memiliki kebersihan lingkungannya. Jadi kami memberikan penghargaan kepada desa wisata yang telah mengelola desanya, mengelola sampah di desanya,” kata Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Madya Dinas Pariwisata Badung, Ni Nyoman Ayu Hari Nalayani.
Nalayani menyampaikan penghargaan ini sebagai upaya untuk menyadarkan dan memotivasi masyarakat bahwa persoalan sampah dilakukan bersama-sama di tingkat desa.
Apalagi, lanjutnya, desa identik dengan usaha menengah, kecil dan mikro (UMKM) yang produknya masih menggunakan plastik.
“UMKM yang menggunakan produk-produk plastik terutama penjual UMKM penghasilan jamu. Kemudian, minuman-minuman dalam kemasan botol plastik,” jelas Nalayani.
Selama ini, tutur Nalayani, belum mendapatkan solusi yang konkret mengenai produk UMKM tanpa plastik. Sebab, jika menggunakan gelas kertas dan sejenisnya akan menambah biaya produksi.
“Tentu saja akan menaikkan biaya produksi di mana hasil yang dihasilkan itu akan dijual lebih mahal dan mungkin di desa kurang dukung daya belinya ya seperti itu,” beber dia.
Pun demikian, kata dia, Pemkab Badung terus menginformasikan kepada desa-desa agar tidak lagi menggunakan plastik.
“Kemudian, kami juga memang tidak banyak memberikan sumbangsih. Namun, saya merasa ini merupakan satu usaha kita juga,” tandasnya.
