Mataram –
Kepolisian Resor Kota (Polresta) Mataram bersama stakeholder terkait menyiapkan pola pengamanan malam Lebaran dan Nyepi 2026 yang diprediksi berlangsung bersamaan. Adapun, malam takbiran dibatasi hingga pukul 10 malam. Sedangkan, pawai ogoh-ogoh dibatasi hingga pukul 18.00 Wita.
“(Pawai takbiran) itu dibatasi waktunya, tidak boleh lebih dari jam 10 malam,” ujar Kapolresta Mataram, Kombes Hendro Purwoko, Jumat (13/3/2026).
“Untuk pawai ogoh-ogoh kami sudah sampaikan ke Pemerintah Kota (Mataram) dan panitia, ada pembatasan. Dalam arti, jam 6 sore harus sudah selesai semua. Sehingga kita bisa menjalankan ibadah dengan baik masing-masing,” imbuhnya..
Hendro menjelaskan pelaksanaan pawai takbiran hanya akan dilaksanakan per kecamatan jika malam Lebaran dan Nyepi berlangsung pada hari yang sama. Selain itu, pawai takbiran di Mataram juga tidak menggunakan kendaraan roda empat dan tiga.
“Kemudian tidak melewati lokasi-lokasi yang menjadi tempat mayoritas bagi umat Hindu (di Mataram),” kata Hendro
“Kami masih menunggu penentuan dari sidang isbat satu syahwal. Tapi, kami sudah menyiapkan pola bersama dengan pemerintah kota yang sudah mengeluarkan satu maklumat atau ketentuan terkait dengan pelaksanaan takbiran apabila terjadi bersamaan dengan teman-teman yang Nyepi,” sambungnya.
Sejumlah personel akan dikerahkan di setiap titik untuk memaksimalkan pengamanan dua perayaan tersebut. Menurut Hendro, pengamanan turut melibatkan pecalang hingga TNI. Ia mengimbau warga Mataram untuk saling menjaga ketertiban masyarakat dan saling menghormati.
“Kami berharap, kita semua saling menjaga dan menghormati,” pungkasnya.
