Mataram –
Aplikasi mobile banking (M-banking) Bank NTB Syariah kembali normal setelah dibekukan pasca mendapat serangan siber pada 24 Maret 2025. Izin pengaplikasian M-banking itu diberikan pada Kamis (12/3/2026) oleh Bank Indonesia.
Direktur Utama Bank NTB Syariah Nazaruddin menjelaskan pembekuan izin aplikasi mobile banking Bank NTB Syariah sudah dibuka oleh BI pekan lalu. Ada pun sanksi yang diberikan telah dihapus pada Januari 2026.
“Sebenarnya kami sudah dapat izin K2 (sektor perbankan) yang dicabut oleh BI. Nah sekarang izin itu sudah dapat beberapa waktu lalu, dan sanksi itu udah dibebaskan dua bulan lalu,” ujar Nazaruddin, Jumat malam (13/3/2026).
Nazaruddin menjelaskan, operasional M-banking Bank NTB Syariah masih dalam posisi normalisasi. Seluruh item dalam aplikasi tersebut masih terus dilakukan pemantauan pasca kembali beroperasi secara normal.
“Ini terus dilakukan pemantauan. Semua item terus dicoba lagi. Kan butuh waktu dulu. Semua fitur dalam aplikasi itu masih dalam tahap percobaan,” katanya.
Menurut Nazaruddin, seluruh fitur dalam aplikasi mobile banking Bank NTB Syariah sudah bisa digunakan oleh nasabah. Mulai dari transaksi ke bank Himbara lain dan juga fitur Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) milik Bank NTB.
“Jadi kan yang dicabut izinnya itu on going transfer. Nah sekarang sudah bisa normal. Ini sedang kami amati terus,” ujar dia.
Mantan Komisaris Bank Syariah Indonesia (BSI) itu mengatakan jumlah transaksi keluar selama dibuka dua hari mencapai Rp 18 miliar lebih. “Per hari ini income transaksi sudah tembus Rp 10 miliar. Transaksi keluar itu sudah Rp 8 miliar,” katanya.
Nazaruddin mengatakan ada lonjakan transaksi Bank NTB Syariah melalui mobile banking itu disebabkan karena aplikasi mobile banking telah vakum terlalu lama nyaris 1 tahun. “Mungkin ditunggu-tunggu sama nasabah ya. Makanya langsung melonjak,” ujar dia.
Saat ini, tutur Nazaruddin, jajaran direksi Bank NTB Syariah masih melakukan penguatan pengamanan IT. Proses pemantauan tersebut dilakukan di dalam gedung lama milik Bank NTB Syariah di depan Taman Sangkareang Mataram.
“Kami pantau terus di gedung lama. Jadi ada tim IT kami yang sudah direkrut sudah langsung bekerja. Kan ini baru seminggu kita lantik,” kata Nazaruddin.
Dalam waktu dekat, tutur Nazaruddin, Bank NTB Syariah akan membuka officer development program khusus mengawal IT mobile banking Bank NTB Syariah.
“Nanti kamia akan rekrut anak-anak NTB untuk mengisi ODP IT di sana. Karena kan bank zaman ini harus kuat di jaringan IT,” tuturnya.
Nazaruddin membocorkan beberapa kali perangkat lunak Bank NTB Syariah sangat rawan diganggu hacker. Dalam data internasional perbankan, bank-bank dari Indonesia menjadi salah satu target diganggu hacker dari belahan dunia.
“Data nasional itu kan seperti di salah satu bank Himbara itu bisa sampai 1 juta serengan per hari. Jadi model sekarang sangat canggih, yang mencoba membobol itu pakai robot. Setelah itu baru hacker masuk,” ujarnya.
Dia mengatakan model serengan IT perangkat lunak beberapa bank Himbara dan bank daerah sangat bermacam-macam. Salah satu bank daerah Jambi juga sudah dibobol hacker.
“Jadi model diserangnya dari nasabah. Jadi bisa main dari rekening ada juga bukan dari nasabah langsung ke sistem pertahanan IT perangkat lunak Bank,” ujarnya.
Nazaruddin memastikan, serangan siber mobile banking Bank NTB Syariah yang terjadi pada Maret 2025 lalu tidak berpengaruh ke data nasabah Bank NTB. “Jadi data nasabah kami tidak terganggu ya makanya tidak ada nasabah yang terganggu,” tandasnya.
